Skuad Barcelona/Foto: Instagram Barcelona FCIndoragamnewscom-Langkah Barcelona untuk kembali ke puncak klasemen La Liga terhenti setelah dipaksa menyerah 2-1 oleh Girona dalam laga derby yang berlangsung pada Senin malam.

Kekalahan di Stadion Montilivi ini membuat tim asuhan Hansi Flick tertahan di posisi kedua dengan selisih dua poin dari pemuncak klasemen, Real Madrid. Meski sempat unggul lebih dulu, rapuhnya barisan pertahanan Blaugrana memudahkan tim tuan rumah membalikkan keadaan.
Hasil minor ini memperpanjang tren negatif klub Catalan tersebut setelah sebelumnya babak belur di tangan Atletico Madrid pada ajang Copa del Rey.
Pertandingan berjalan terbuka sejak peluit pertama dibunyikan, namun efektivitas penyelesaian akhir menjadi persoalan serius bagi Barcelona.

Bintang muda Lamine Yamal sempat mendapatkan peluang emas melalui titik penalti setelah Dani Olmo dilanggar Daley Blind, namun tendangannya hanya membentur tiang gawang.
Tim tamu baru bisa memecah kebuntuan pada menit ke-59 melalui sundulan Pau Cubarsi yang memanfaatkan umpan silang Jules Kounde.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama karena koordinasi pertahanan yang buruk membuat Thomas Lemar dengan mudah menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Pelatih Hansi Flick tidak menutupi kekecewaannya atas performa lini belakang yang dianggapnya tampil di bawah standar. Kekalahan ini menjadi alarm keras bagi skuadnya yang sedang berambisi mengejar gelar juara liga.
“Pada akhirnya Girona layak mendapatkannya, mereka punya banyak peluang, kami bertahan dengan sangat buruk,” kata Flick.
Ia bahkan memutuskan untuk memberikan waktu istirahat tambahan bagi para pemainnya guna memulihkan kondisi mental tim.
“Kami tidak dalam suasana hati yang baik, bukan saat yang baik, saya memberi tim libur dua hari karena menurut saya penting bagi mereka untuk mengatur ulang,” ujarnya.
Momen dramatis terjadi di menit ke-87 saat Fran Beltran melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti yang memastikan kemenangan Girona. Gol tersebut memicu protes keras dari pihak Barcelona karena menganggap Claudio Echeverri melakukan pelanggaran terhadap Jules Kounde dalam proses terjadinya gol.
Meski merasa dirugikan oleh keputusan wasit, Flick memilih untuk tetap menyoroti kelemahan internal timnya.
“Saya akan membicarakan hal itu jika kami bermain bagus, tapi kami tidak bermain bagus, jadi itu terlihat seperti alasan dan keluhan,” kata pelatih asal Jerman tersebut.
Bek Barcelona, Pau Cubarsi, turut menyuarakan perlunya evaluasi menyeluruh atas performa tim yang gagal mempertahankan keunggulan. Ia menilai tim tidak boleh membiarkan lawan mencetak gol dengan cara yang mudah jika ingin terus bersaing di papan atas.
“Kami harus memperbaiki diri karena mereka tidak bisa mencetak dua gol ini ke gawang kami. Kami harus kritis terhadap diri sendiri, kami tidak memainkan pertandingan yang hebat, kami harus berkembang, tetapi sekarang kami harus istirahat dan mengisi ulang baterai kami,” kata Cubarsi.
Barcelona kini harus bersiap memulai kembali perburuan posisi pertama di sisa musim yang masih panjang.






