TRENDING

Tujuh Cara Islami Membersihkan Hati dari Iri dan Dengki

2 menit membaca
Fitri Sri
Khazanah - 07 Mar 2026

Indoragamnewscom-Keberhasilan orang lain kerap memicu perasaan iri dan dengki yang tidak hanya merusak hubungan sosial, tetapi juga mengganggu ketenteraman batin.

Dalam ajaran Islam, menjaga kemurnian hati dari sifat tercela ini menempati posisi penting karena dampaknya yang luas terhadap kualitas keimanan seseorang.

Keyakinan bahwa segala sesuatu telah ditentukan Allah menjadi fondasi utama membersihkan hati. Memahami bahwa rezeki dan keberhasilan merupakan bagian dari takdir membantu seseorang lebih mudah menerima sekaligus menghargai apa yang dimiliki. Meningkatkan keimanan dan tawakal atau berserah diri kepada Allah secara konsisten akan memudahkan upaya mengeliminasi perasaan negatif tersebut.

Kecenderungan manusia kerap melupakan nikmat yang diterima. Mengalihkan fokus dari pencapaian orang lain ke rasa syukur atas karunia sendiri menjadi langkah efektif meredam iri. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 7 yang artinya:

“Jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” Ayat ini menegaskan bahwa bersyukur bukan sekadar ungkapan, melainkan kunci bertambahnya keberkahan.

Mendoakan kebaikan untuk orang lain terbukti secara spiritual mampu membersihkan hati dari penyakit iri. Rasulullah saw. bersabda:

“Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya adalah doa yang mustajab.” (H.R. Muslim). Kebiasaan ini melatih jiwa untuk merasa bahagia atas kebaikan orang lain.

Memahami konsekuensi buruk iri dan dengki menjadi motivasi kuat untuk menghindarinya. Sifat ini tidak hanya merusak hati, tapi juga mengoyak hubungan sosial. Rasulullah saw. bersabda:

“Janganlah kamu saling berprasangka, janganlah kamu saling mendengki, dan janganlah kamu saling membenci.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menegaskan bahwa iri termasuk perilaku yang dilarang karena dampaknya yang destruktif.

Mempererat tali silaturahmi dan membangun hubungan baik dengan sesama secara alami akan meredam rasa iri. Kedekatan emosional memudahkan seseorang turut berbahagia atas pencapaian orang lain.

Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 195:

“Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

Mengalihkan energi dari rasa iri ke upaya pribadi yang lebih produktif menjadi langkah konstruktif. Berusaha dengan ikhlas dan berdoa memohon petunjuk serta pertolongan Allah jauh lebih bermanfaat daripada larut dalam perasaan negatif. Allah menjanjikan balasan terbaik sesuai usaha dan niat tulus hamba-Nya.

Mempelajari kisah inspiratif tokoh-tokoh muslim yang sukses juga dapat memotivasi untuk meraih keberhasilan dengan cara benar. Kisah-kisah tersebut mengajarkan pentingnya kesabaran, ketekunan, dan sikap positif dalam menghadapi tantangan hidup.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Trending Harian

INSTAGRAM

4 days ago
3 weeks ago
3 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!