Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan meninjau Pos Pengamanan Terpadu Operasi Ketupat Lodaya 2026 di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung/Foto: Humas POLRIIndoragamnewscom, BANDUNG-Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan melakukan kunjungan kerja ke Pos Pengamanan Terpadu Operasi Ketupat Lodaya 2026 Polresta Bandung di kawasan Darmaga Sunda Nagreg, Desa Citaman, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Minggu (15/3/2026) sore.

Kunjungan ini bertujuan untuk mengecek langsung kesiapan pengamanan arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di jalur selatan Jawa Barat yang dikenal sebagai salah satu titik strategis lintasan pemudik.
Kedatangan Kapolda Jawa Barat disambut oleh Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono bersama para pejabat utama Polresta Bandung serta personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Pada kesempatan itu, Kapolda meninjau kesiapan personel, sarana dan prasarana di Pos Terpadu, termasuk sistem pelayanan kepada masyarakat yang melintas di jalur Nagreg.

Selain melakukan pengecekan di lapangan, Kapolda Jabar juga memberikan arahan kepada para personel yang bertugas agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono menyampaikan bahwa kunjungan Kapolda Jawa Barat merupakan bentuk perhatian sekaligus dukungan terhadap kesiapan pengamanan jalur mudik di wilayah hukum Polresta Bandung, khususnya di kawasan Nagreg yang menjadi salah satu jalur utama pemudik.
“Kunjungan Bapak Kapolda Jawa Barat ini untuk memastikan kesiapan personel serta sarana prasarana di Pos Terpadu Nagreg dalam rangka memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, sehingga arus mudik dan arus balik Idul Fitri dapat berjalan dengan aman, lancar dan kondusif,” ujar Kompol Ade Rahmat dikutip Senin (16/3/2026).
Polresta Bandung sebelumnya telah mendirikan Pos Terpadu “Lembur Kaheman” di kawasan Nagreg sebagai pusat pelayanan bagi pemudik.
Pos yang mengusung konsep kampung yang aman, nyaman, dan penuh kepedulian ini tidak hanya berfungsi sebagai titik pengamanan lalu lintas, tetapi juga menyediakan fasilitas istirahat, WiFi gratis, hingga bengkel gratis bagi masyarakat yang melintas.
Nagreg dipilih sebagai lokasi strategis karena merupakan salah satu jalur mudik paling padat yang menghubungkan Kabupaten Bandung dengan berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Garut dan Tasikmalaya, bahkan hingga ke Jawa Tengah.
Sebelumnya, pos pengamanan direncanakan berlokasi di Cileunyi, namun setelah dianalisis lebih lanjut, titiknya dialihkan ke Nagreg agar lebih efektif.
Kapolda dan rombongan mengecek sejumlah fasilitas yang ada di pos pengamanan, termasuk layanan kesehatan, sistem pengaturan lalu lintas, serta kesiapan personel dalam menghadapi potensi lonjakan arus kendaraan.
Jalur Nagreg dikenal memiliki karakteristik medan yang menantang dengan tanjakan dan turunan curam, sehingga kesiapan personel dan sarana prasarana menjadi prioritas utama.
Kapolda Jabar menekankan pentingnya sinergi antara seluruh stakeholder yang terlibat dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026, termasuk TNI, Dishub, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait lainnya. Sinergi dan koordinasi antar seluruh elemen sangat diperlukan agar potensi kemacetan maupun gangguan keamanan dapat diminimalisir.
Ia menambahkan bahwa jajaran Polresta Bandung bersama instansi terkait terus memperkuat sinergi dalam mengoptimalkan pengamanan serta pelayanan bagi para pemudik yang melintasi jalur Nagreg.
“Dengan kesiapan personel serta dukungan sarana prasarana yang ada, kami berharap pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di wilayah Polresta Bandung dapat berjalan dengan baik dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” pungkasnya.




Tidak ada komentar