Hamparan padang rumput hijau dengan rusa berkeliaran bebas di Ranca Upas, latar belakang perbukitan dan kabut pagi/Foto: Disparbu JabarIndoragamnewscom-Tepat di ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut, hamparan seluas 215 hektar itu menyimpan tiga fungsi sekaligus: hutan lindung, bumi perkemahan, dan tempat penangkaran rusa. Nama kawasannya Ranca Upas.

Berlokasi di Ciwidey, Bandung Selatan, sekitar 50 kilometer dari pusat Kota Bandung atau enam kilometer tenggara Kawah Putih.
Secara linguistik, ranca dalam bahasa Sunda berarti rawa. Sementara upas—menurut cerita yang mengendap di masyarakat sekitar—adalah nama seorang perwira berkebangsaan Belanda dengan tubuh kekar dan tinggi 198 sentimeter.
Ia tewas saat menjelajahi rawa-rawa di kawasan itu, dan jasadnya sampai kini tak pernah ditemukan . Versi lain menyebut upas berasal dari nama pohon beracun dari famili Moraceae. Tapi cerita pertama yang lebih populer.

Kawasan ini sebenarnya merupakan hutan lindung. Di dalamnya tumbuh pohon-pohon langka: jamuju, huru, hamirug, kihujan, kitambang, kurai, pasang, puspa. Satwa liar seperti kera dan berbagai jenis burung juga menghuni sela-sela pepohonan.
Namun yang paling menarik perhatian wisatawan justru penangkaran rusa. Di sini, pengunjung bisa memberi makan rusa secara langsung, tanpa sekat pagar.
Udara di Ranca Upas berkisar 17 hingga 20 derajat Celcius. Suhu dingin itu menjadi alasan utama mengapa area perkemahan di sini selalu ramai. Pihak pengelola menyediakan tenda sewa, dari ukuran kecil untuk 2-3 orang hingga tenda besar untuk 40 orang. Perlengkapan seperti sleeping bag dan matras juga bisa disewa.
Selain berkemah dan bermain rusa, ada kolam pemandian air panas alami yang bersumber dari pegunungan sekitar. Aktivitas outbound juga tersedia: flying fox, jembatan elvis, jembatan goyang, hingga paintball dan panahan. Kawasan ini juga dekat dengan Situ Patenggang dan Kawah Putih—jarak tempuhnya sekitar 15-20 menit.
Harga tiket masuk Ranca Upas dibanderol Rp25.000 per orang (sudah termasuk akses ke penangkaran rusa). Untuk berkemah, dikenakan biaya tambahan Rp15.000 per orang. Parkir kendaraan berkisar Rp2.000 hingga Rp29.000 tergantung jenis kendaraan.
Lokasinya di Jalan Raya Ciwidey Patenggang KM 11, Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung .
Sejumlah pengunjung yang datang dari Jakarta menyebut tempat ini cocok untuk healing dan melepas penat. Tapi yang jarang diceritakan: mitos tentang arwah Upas yang konon masih gentayangan.
Pada tahun 1960-an hingga 1980-an, masyarakat setempat yang mencari kayu bakar di hutan kerap melaporkan penampakan sosok besar berbaju seragam Perhutani cokelat, berkepala tertunduk di balik topi koboi lebar.







Tidak ada komentar