Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara/Foto: IstimewaIndoragamnewscom, JAKARTA-Kementerian Transmigrasi memutuskan menunda program beasiswa Transmigrasi Patriot tahun ini. Penundaan ini terjadi di tengah penguatan kemitraan dengan sepuluh universitas mitra, termasuk tiga kampus baru yang baru saja bergabung.

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengumumkan keputusan tersebut usai menghadiri Wisuda ke-133 Institut Teknologi Sepuluh Nopember di Surabaya, Sabtu (18/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa penyesuaian anggaran menjadi alasan utama di balik penundaan tersebut.
“Dalam minggu-minggu ini kami sedang menghitung ulang terkait dengan budget yang akan kami implementasikan dalam program Transmigrasi Patriot. Jadi kami sampaikan, kemungkinan besar program beasiswa ini akan ditunda, tidak dilakukan tahun ini, mengingat anggaran yang kami miliki saat ini akan langsung diimplementasikan kepada kebutuhan rakyat yang bersifat segera,” ujar Iftitah.
Meski beasiswa ditunda, kerja sama dengan perguruan tinggi justru bertambah. Tiga universitas baru, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Hasanuddin, resmi bergabung dalam program Transmigrasi Patriot.

Dengan tambahan ini, total mitra kampus utama yang berkolaborasi dengan Kementerian Transmigrasi kini mencapai sepuluh.
“Saya berterima kasih kepada ITS yang terus mendukung program Transmigrasi Patriot. Selain tujuh mitra utama kami, ada tambahan lagi tiga universitas yang ikut bergabung, yakni UNAIR, Brawijaya, dan Universitas Hasanuddin,” kata Iftitah.
Mentrans mengakui bahwa program beasiswa sebenarnya sangat strategis untuk menciptakan kawasan ekonomi berbasis sumber daya manusia unggul. Namun ia menekankan bahwa investasi semacam itu bersifat jangka menengah dan panjang.
“Memang kita tahu bahwa beasiswa ini adalah program yang sangat brilian, luar biasa untuk penciptaan kawasan ekonomi dengan mengedepankan basis SDM unggul. Tetapi ini adalah investasi menengah dan jangka panjang. Sementara dalam situasi ekonomi hari-hari ini, dengan tekanan eksternal yang cukup besar, penggunaan budget secara bijaksana akan lebih baik, bukan hanya bagi Kementerian Transmigrasi tetapi juga bagi masyarakat di kawasan transmigrasi,” tuturnya.
Terkait kapan beasiswa akan dibuka kembali, Iftitah menyatakan akan terus memantau kondisi anggaran dan prioritas kebutuhan rakyat ke depan.
“Beasiswa nanti akan kita lakukan, insyaallah kalau tidak tahun depan, mungkin tahun depannya lagi. Kita akan melihat constraint budget dan kepentingan rakyat. Karena ini investasi jangka menengah dan panjang. Secara konseptual sudah sepakat. Seluruh kampus secara konseptual sudah sepakat. Ada nanti S1, S2, dan S3,” ungkapnya.
Sebagai langkah konkret jangka pendek, Kementerian Transmigrasi akan mengembangkan program Ekspedisi Patriot tahun ini menjadi aksi aplikatif yang menjawab kebutuhan mendesak di kawasan transmigrasi.
“Tetapi yang lebih penting sekarang adalah bagaimana menjawab kebutuhan masyarakat. Maka dalam ekspedisi patriot tahun ini, itu nanti tidak lagi kami riset saja, tapi juga ada bakti transmigrasinya, ada bakti nusantaranya. Jadi nanti, beberapa tim yang ada di kawasan transmigrasi akan kami berikan sejumlah budget untuk aplikatif, langsung menjawab kebutuhan yang dibutuhkan oleh masyarakat di kawasan transmigrasi,” pungkas Mentrans.







Tidak ada komentar