Penyerang Man City, Antoine Semenyo pilih perkuat Ghana ketimbang Inggris di Piala Dunia 2026/Foto: instagram Antoine SemenyoIndoragamnewscom-Penyerang Manchester City dan Timnas Ghana, Antoine Semenyo, menegaskan bahwa memilih membela Black Stars daripada Inggris merupakan keputusan yang sangat mudah. Pernyataan ini ia sampaikan menjelang pertemuan kedua negara di Piala Dunia 2026 yang akan digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.

Semenyo, yang lahir di London dari orang tua asal Ghana, sebenarnya juga memiliki kesempatan untuk membela Prancis berkat paspor yang dimilikinya. Namun sejak menyatakan komitmennya untuk Ghana pada 2022, ia mengaku tak pernah menyesali langkah tersebut.
“Ghana datang saat (usia saya) 20, 21? Dan saya tidak bisa menolak bermain untuk tim utama Ghana, jadi itu adalah keputusan yang sangat mudah,” ungkap Semenyo dalam siniar In The Mixer, dikutip ESPN.
“Tidak, (itu) tidak pernah menjadi keputusan yang sulit, lagi pula saya tidak pernah berada di pikiran saya membela Inggris,” pesepak bola kelahiran Chelsea tersebut menambahkan.

Keputusan Semenyo disambut dengan perayaan emosional oleh keluarganya, terutama sang ayah yang merupakan pendukung fanatik tim nasional Ghana.
“Dia seperti: ‘Ya, kamu tidak bermain untuk Inggris!’ Mereka hanya senang, semua orang di keluarga saya sangat senang,” kenang Semenyo mengenai reaksi keluarganya.
Ia menggambarkan suasana rumah yang riuh setiap kali Ghana berlaga. “Mereka menonton pertandingan dan itu gila; berteriak, menendang barang-barang di rumah, ini serius,” ucapnya.
Semenyo kini bersiap menghadapi tantangan besar setelah Inggris dan Ghana tergabung dalam Grup L Piala Dunia 2026. Duel kedua tim dijadwalkan berlangsung di Boston pada 23 Juni, bersama Kroasia dan Panama yang melengkapi persaingan di grup tersebut.
“Ini akan menjadi pertandingan yang sulit, tapi ya, saya menantikannya,” ujar Semenyo saat memberikan pandangannya mengenai laga melawan tim asuhan Thomas Tuchel.
Ia juga memperingatkan timnya agar tidak meremehkan Panama yang sering dianggap sebagai lawan yang lebih ringan.
“Ini grup yang tangguh karena Anda tidak bisa meremehkan Panama, Anda pikir ini mudah, tapi tidak semudah itu. Ini akan menjadi pertandingan yang sulit; mereka tidak akan menjadi lawan yang mudah menyerah begitu saja,” ucapnya.
Mengenai sisa pesaing lainnya, Semenyo mengakui Inggris dan Kroasia merupakan tim-tim elite yang memiliki kualitas di atas rata-rata.
“Kroasia dan Inggris jelas merupakan tim-tim top, mencoba lolos dari grup adalah apa yang kami inginkan pada dasarnya, tapi itu tidak akan mudah,” tuturnya.
Sejak debutnya hampir empat tahun lalu, Semenyo tercatat telah mewakili Ghana di Piala Dunia 2022 Qatar dan Piala Afrika 2024. Pengalaman tersebut, termasuk kegagalan lolos fase grup di kedua turnamen, menjadikannya pemain yang lebih matang. Di tengah masa transisi tim nasional, ia telah bertransformasi menjadi salah satu pemain kunci bagi skuad Black Stars.
“Saya membayangkan [keluarga saya akan menonton saya di Amerika Serikat], ya, ibu dan ayah pasti akan ada di sana,” kata Semenyo dengan penuh keyakinan.
Di akhir pernyataannya, Semenyo mengungkapkan kesedihannya atas absennya Mohammed Kudus yang mengalami cedera parah dan harus melewatkan Piala Dunia 2026.
“Ini menjengkelkan, karena dia adalah faktor kunci bagi tim, itu sudah pasti,” tuturnya mengenai cedera yang dialami penyerang Tottenham Hotspur tersebut.







Tidak ada komentar