Gedung Putih Buka Pintu Iran ke Piala Dunia

2 menit membaca
Pegi Dwi
News, Olahraga - 20 Apr 2026

Indoragamnewscom-Pemerintah Amerika Serikat menyatakan tetap mengharapkan kehadiran tim nasional Iran di Piala Dunia 2026. Pernyataan ini disampaikan di tengah ketegangan militer kedua negara pasca-serangan udara AS dan Israel ke wilayah Iran pada Februari lalu.

Andrew Giuliani, Direktur Eksekutif Satuan Tugas Piala Dunia 2026 Gedung Putih, mengonfirmasi hal tersebut dalam wawancara dengan Politico, Minggu (19/4/2026). Ia merujuk pada pernyataan Presiden FIFA Gianni Infantino yang memastikan Iran tetap menjadi bagian turnamen.

“Saya tidak berbicara mewakili tim Iran, tetapi saya mengatakan bahwa presiden (Donald Trump), ketika saya berbicara dengannya, telah mengundang Iran untuk datang ke sini,” kata Giuliani. “Presiden FIFA membuat pernyataan bahwa Iran akan datang. Kami juga mengharapkan hal sama.”

Iran tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Seluruh pertandingan fase grup mereka dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat: melawan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni, Belgia di Los Angeles pada 21 Juni, dan Mesir di Seattle pada 26 Juni . Turnamen dimulai kurang dari dua bulan lagi.

Keraguan atas partisipasi Iran muncul setelah serangan udara AS-Israel ke Iran pada 28 Februari. Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, sempat menyatakan timnya tidak akan berpartisipasi karena alasan keamanan . Iran bahkan sempat meminta FIFA memindahkan lokasi pertandingan ke Meksiko, sebuah permintaan yang ditolak FIFA .

Situasi ini semakin rumit setelah pernyataan kontradiktif dari Presiden AS Donald Trump. Meski sempat menyatakan tim Iran “disambut” di Piala Dunia, Trump kemudian menulis di Truth Social bahwa kehadiran mereka “tidak pantas… demi kehidupan dan keselamatan mereka sendiri”.

Menteri Dalam Negeri Iran, Ahmad Donyamali, langsung bereaksi. Ia menyentil sikap Trump karena dianggap melanggar syarat FIFA, yaitu tuan rumah Piala Dunia harus menjamin keamanan tim peserta.

Karena pernyataan Trump tersebut, FIFA pun terpojok. Mereka diminta bersikap tegas kepada AS, selayaknya yang pernah dilakukan terhadap Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

Saat itu, muncul penolakan atas kedatangan Israel U-20. FIFA tak butuh waktu lama membatalkan status tuan rumah Indonesia dengan alasan keamanan negara peserta dan kelancaran turnamen.

Giuliani kini mencoba meredakan ketegangan. Ia menyebut pemerintahan Trump memperkirakan Iran akan tiba di AS pada 10 Juni untuk pemusatan latihan di Tucson, Arizona.

Ia juga mengonfirmasi rencana laga persahabatan antara Iran dan Puerto Rico sebelum Piala Dunia dimulai.

“Kami mengharapkan mereka di sini,” ujar Giuliani.

Meski demikian, publik masih bertanya-tanya mengenai sikap sesungguhnya Donald Trump. Orang nomor satu di AS itu sebelumnya juga turut andil membuat kontroversi ini berkepanjangan.

Belum ada jaminan keamanan yang tegas dari pemerintahan AS untuk skuad Iran selama berada di wilayah Amerika.

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!