BPOM larang klaim BPA Free pada kemasan yang tak mengandung BPA. Pengamat nilai langkah produsen melanggar UU ITE pasal 28 ayat 1/Ilustrasi: IndoragamnewscomIndoragamnewscom, JAKARTA-BPOM melarang pelaku usaha mencantumkan klaim BPA Free pada label kemasan jika kemasan tersebut memang sejak awal tidak mengandung Bisphenol A.

Aturan ini tertuang dalam Peraturan BPOM Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pengawasan Klaim pada Label dan Iklan Pangan Olahan.
“Iya betul, itu sesuai dengan aturan BPOM,” ujar Direktur Standardisasi Pangan Olahan BPOM, Dwiana Handayani, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/6/2026).
Dia menegaskan bahwa persoalan BPA telah selesai diatur. “Kami tidak ada komentar lagi. Aturannya sudah selesai dibuat. Di mana, dalam aturan BPOM jelas disebutkan bahwa produsen dilarang mengklaim di labelnya bahwa kemasan produknya itu bebas dari zat A, sementara kemasan itu sama sekali tidak mengandung zat A itu,” katanya.

Selain itu, produsen juga dilarang mencantumkan klaim yang memanfaatkan kekhawatiran konsumen. Aturan yang sama melarang klaim yang menyebabkan konsumen mengonsumsi pangan olahan secara tidak benar.
Ketentuan ini sejalan dengan Pasal 100 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan yang mewajibkan label memuat keterangan yang benar dan tidak menyesatkan.
Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah menilai praktik klaim BPA Free oleh produsen yang kemasannya memang tak mengandung BPA sebagai bentuk manipulasi.
“Perbuatan para produsen itu sangat menyesatkan konsumen. Jadi, itu satu pelanggaran hukum sebenarnya perbuatan itu,” tukasnya.
Menurut Trubus, tindakan tersebut melanggar Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang ITE mengenai penyebaran berita bohong atau menyesatkan yang menyebabkan kerugian konsumen.
“Tentu dalam hal ini harus ada ketegasan dari pihak BPOM. Jadi, BPOM harus mewajibkan mereka mencantumkan di label itu kandungan apa yang ada di dalam kemasan itu dan bukan yang tidak ada,” ucapnya.
Ia juga melihat potensi unsur persaingan usaha tidak sehat yang memanfaatkan kekhawatiran konsumen. “Ini kan jelas akan merusak pasar produk kompetitor yang menggunakan kemasan ber-BPA. Jadi, label BPA Free itu memang sengaja dibuat di kemasannya untuk menjatuhkan produk pesaingnya. Padahal, kalau kemasan yang dipakai itu tidak mengandung BPA, kenapa pula mereka harus mengklaim BPA Free di labelnya. Kan aneh?” cetusnya.






