Gedung Bursa Efex Indonesia/Foto: WikipediaIndoragamnewscom, JAKARTA-Hari Senin, indeks ambles 4,52 persen ke level 5.342,13. Investor panik. Tapi hanya sehari berselang, Selasa (9/6/2026), IHSG menutup perdagangan dengan lonjakan 7,47 persen ke level 5.746,64. Volume transaksi mencapai 45,17 miliar saham, nilai transaksi Rp28,01 triliun, frekuensi 2.714.409 kali.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menyebut kebangkitan ini didorong oleh berbagai sentimen positif yang berhasil mengembalikan kepercayaan investor terhadap pasar modal domestik.
“Alhamdulillah (IHSG) rebound. Dan kita lihat juga beberapa hal yang kemudian menjadi pertanyaan dari investor, sudah disampaikan. Dan juga kita melihat juga upaya untuk buyback saham ya, tanpa RUPS, sudah mulai ada wacana untuk dilakukan. Jadi kita melihat ini, sama-sama yuk supaya market kita bisa kembali lebih rebound,” ujar Friderica di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Kebijakan OJK yang masih memperbolehkan buyback tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dinilai menjadi salah satu faktor yang memperkuat sentimen pasar dan mendukung stabilisasi harga saham.

Friderica yang akrab disapa Kiki menegaskan bahwa tekanan yang sempat dialami IHSG sebelumnya tidak terjadi khusus di Indonesia, melainkan bagian dari koreksi yang juga melanda sejumlah bursa saham di kawasan Asia.
“Kalau kita lihat kemarin di Korea itu sampai trading halt, ya, karena sudah 8,5% lebih mereka turun dan juga bursa-bursa lainnya. Tapi di kita kemarin juga cukup dalam turunnya,” kata Kiki.






