TRENDING

Rencana Presiden Prabowo Kirim Pasukan ke Gaza Dikritik: 20 Ribu Personel Dinilai Tidak Efektif

2 menit membaca
Nandang Permana
News, Politik - 08 Feb 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Rencana Presiden Prabowo Subianto mengirimkan pasukan TNI sebagai pasukan perdamaian ke Gaza menuai catatan kritis dari parlemen. Anggota Komisi I DPR RI Yulius Setiarto menilai rencana tersebut harus dikaji mendalam dari sisi teknis, efektivitas, hingga implikasi terhadap APBN.

Politikus PDI Perjuangan itu secara khusus mempertanyakan wacana pengiriman pasukan dalam jumlah besar, seperti yang pernah disinggung Presiden.

Yulius menyoroti kondisi geografis Gaza yang dinilainya tidak mendukung pengerahan personel masal. Ia membandingkan luas wilayah konflik tersebut dengan ibu kota.

“Presiden Prabowo pernah menyampaikan bahwa kalau perlu sampai 20 ribu pasukan, saya kira perlu pendalaman teknis terkait dengan jumlah karena wilayah Gaza ini tidak lebih dari, luasnya tidak lebih dari Jakarta Pusat,” ujar Yulius di Surakarta, Jumat (6/2/2026).

Menurutnya, penempatan pasukan dalam jumlah sangat besar di area sempit dan kompleks justru berpotensi menimbulkan masalah teknis di lapangan. Sebagai alternatif, ia mengusulkan angka yang lebih realistis.

“Sehingga secara teknis akan sangat sulit kalau 20 ribu pasukan dideploy. Tetapi kalau 2 ribu, 3 ribu itu menurut saya akan lebih efektif untuk dikirimkan,” lanjutnya.

Selain efektivitas, Yulius menekankan pentingnya perhitungan finansial yang matang. Ia mengingatkan agar kebijakan ini tidak membebani keuangan negara.

“Selain juga misalnya secara pembiayaan itu tidak akan terlalu memberatkan APBN,” katanya.

Lebih jauh, ia mengingatkan pemerintah untuk tidak melupakan tanggung jawab utama terhadap rakyat Indonesia. Isu kemanusiaan global, menurutnya, harus seimbang dengan pekerjaan rumah dalam negeri.

“Lalu yang kedua kita masih punya PR yang banyak itu terutama di rehabilitasi dan rekonstruksi daerah-daerah bencana. Sehingga concern kepada Palestina tentu saja juga harus berimbang dengan concern terhadap wilayah-wilayah di Indonesia terutama yang saat ini ditimpa kemalangan karena bencana,” pungkas Yulius.

Rencana pengiriman pasukan ini sebelumnya disampaikan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Pasukan TNI direncanakan bertugas di bawah mandat PBB melalui Yordania untuk menjaga situasi dan stabilitas regional di Palestina, meski mandat resmi hingga kini masih ditunggu.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Trending Harian

INSTAGRAM

3 days ago
3 weeks ago
3 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!