Kemeriahan parade bedug sahur di Tanjung Selor yang menampilkan perpaduan budaya Dayak dan atraksi barongsai/Foto: IstimewaIndoragamnewscom, BULUNGAN-Masyarakat Tanjung Selor merayakan Ramadan dengan menggelar parade bedug sahur yang menampilkan kolaborasi unik antara berbagai etnis dan penganut agama di Kabupaten Bulungan.

Acara tahunan ini bertransformasi menjadi panggung akulturasi melalui kehadiran komunitas adat Dayak serta atraksi barongsai dari Perkumpulan Paramitha Lion Dance yang berpadu dengan tetabuhan bedug.
Inisiatif tersebut menengarai penguatan kerukunan sosial di Bumi Tenguyun, di mana tradisi Islam kini menjadi pesta rakyat yang melibatkan partisipasi lintas latar belakang budaya secara inklusif.
Ratusan warga menyemut di sepanjang rute yang membentang dari Masjid Tanah Seribu Al Inayah hingga Musala At Taqwa di Kampung Arab. Para peserta menunjukkan kreativitas tinggi dengan memfungsikan alat musik tradisional hingga barang bekas seperti drum plastik dan bambu guna menciptakan harmoni pengiring sahur.

Camat Tanjung Selor, Eros Sunarmin, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam kegiatan yang mempertemukan berbagai elemen etnis tersebut.
“Kebersamaan yang terjalin menjadi nilai positif bagi kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya, Selasa (17/03/2026).
Keterlibatan aktif masyarakat adat Dayak dalam perayaan ini dipandang sebagai simbol solidaritas yang melampaui sekat-sekat primordial.
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bulungan, Tasa Gung, menekankan bahwa kehadiran mereka merupakan wujud kebersamaan yang nyata tanpa memandang perbedaan suku maupun keyakinan.
Sementara itu, Bupati Bulungan, Syarwani, menyatakan kebanggaannya atas perkembangan parade ini yang kini telah menjelma menjadi instrumen pemersatu demi menjaga kondusivitas daerah serta kelancaran pembangunan wilayah.







Tidak ada komentar