Curug Sawer di Sukabumi/Foto: TripadvisorIndoragamnewscom-Jawa Barat tak pernah kehabisan cara bikin jatuh cinta. Selain gunung, pantai, dan kuliner yang menggoda lidah, provinsi ini juga menyimpan deretan curug atau air terjun dengan panorama alam yang bikin betah berlama-lama.

Udara sejuk, suara gemericik air, hingga lanskap hijau yang masih alami jadi alasan wisata curug selalu punya penggemar setia.
Dari sekian banyak pilihan, setidaknya ada enam curug di Jawa Barat yang dikenal paling memikat dan menawarkan pengalaman berbeda di tiap titiknya.
Berikut daftarnya:

1. Curug Citambur, Cianjur
Curug Citambur terletak di Desa Karangjaya, Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur. Lokasinya dikelilingi perbukitan hijau, sawah, dan hamparan kebun teh yang masih alami.
Air terjun ini menjulang lebih dari 100 meter, menciptakan suara gemuruh yang terdengar hingga kejauhan, terutama saat debit air sedang tinggi. Suara keras inilah yang dipercaya warga setempat mirip tabuhan bedug, sehingga muncul nama Citambur.
Hingga kini, Curug Citambur masih menjadi primadona wisata alam di Cianjur. Suasananya cocok untuk pencari ketenangan yang ingin “kabur” sejenak dari hiruk pikuk kota.
2. Curug Malela, Bandung Barat
Sering dijuluki Niagara versi mini, Curug Malela berada di Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat.
Tinggi air terjun ini mencapai sekitar 70 meter dengan lebar hampir 100 meter. Untuk sampai ke lokasi, pengunjung perlu berjalan kaki melewati jalur perbukitan yang masih rimbun dan alami.
Musim kemarau jadi waktu terbaik berkunjung karena akses lebih aman dan air terlihat lebih jernih. Namun saat musim hujan, debit air yang meningkat justru menghadirkan pemandangan dramatis yang sangat fotogenik.
3. Curug Cimarinjung, Sukabumi
Curug Cimarinjung berada di kawasan Geopark Ciletuh–Palabuhanratu, tepatnya di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.
Dengan ketinggian sekitar 45–60 meter, curug ini dikelilingi tebing batu andesit berwarna cokelat kemerahan yang tampak kokoh dan eksotis. Lanskap batu purba di sekitarnya dipercaya telah berusia jutaan tahun.
Dibanding curug lain di kawasan geopark, Cimarinjung tergolong mudah diakses. Dari area parkir, pengunjung hanya perlu berjalan kaki sebentar untuk menikmati keindahannya.
4. Curug Sodong, Sukabumi
Masih berada di kawasan Geopark Ciletuh–Palabuhanratu, Curug Sodong memiliki dua aliran air yang jatuh berdampingan dengan tinggi sekitar 20 meter. Bentuk unik ini membuatnya dijuluki Curug Kembar.
Keistimewaan lain dari Curug Sodong adalah adanya gua alami di balik air terjun. Pengunjung bisa masuk ke dalamnya dan menikmati pemandangan curug dari balik tirai air.
Dikelilingi pepohonan tinggi dan suasana yang masih sangat asri, Curug Sodong jadi favorit para pecinta fotografi alam.
5. Curug Leuwi Hejo, Bogor
Curug Leuwi Hejo terletak di Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Meski tingginya hanya sekitar 5–7 meter, curug ini punya kolam alami berwarna hijau jernih yang menggoda untuk berenang.
Nama Leuwi Hejo berasal dari bahasa Sunda, di mana leuwi berarti kolam sungai dan hejo berarti hijau. Karena keindahan warnanya, curug ini kerap disebut sebagai Green Canyon-nya Bogor.
Disekitarnya juga terdapat Curug Leuwi Lieuk dan Curug Leuwi Cepet. Lokasinya yang dekat dengan Bogor dan Jakarta membuat Leuwi Hejo hampir selalu ramai wisatawan.
6. Curug Sawer, Sukabumi
Curug Sawer berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Untuk mencapainya, pengunjung biasanya melintasi Situ Gunung Suspension Bridge, jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara.
Air terjun setinggi sekitar 35 meter ini memiliki aliran deras yang menyegarkan. Tak heran jika Curug Sawer menjadi salah satu destinasi favorit wisata alam di Sukabumi.
Konon, dahulu lokasi ini digunakan masyarakat sebagai tempat ritual penyucian diri atau saweran dalam upacara adat. Kini, Curug Sawer lebih dikenal sebagai destinasi wisata alam yang menenangkan.






