Ilustrasi orang bersepeda di pagi hari untuk menjaga kesehatan otak dan mencegah risiko Alzheimer/Foto: PixabayIndoragamnewscom-Selama ini kita mengira jalan kaki santai sudah cukup buat modal sehat sampai tua. Tapi, ada temuan baru yang cukup mengejutkan nih. Ternyata, jenis aktivitas fisik yang disebut active travel—alias bepergian aktif—punya efek yang jauh lebih nendang buat menjaga kesehatan otak dan menjauhkan kita dari risiko demensia dibanding sekadar jalan kaki biasa.

Melansir dari Eating Well, para peneliti di Inggris baru saja merilis studi di JAMA Network Open yang membedah bagaimana cara kita berpindah tempat sehari-hari berpengaruh ke struktur otak. Mereka memantau dua kelompok: orang yang kena demensia sebelum usia 65 tahun (early onset) dan yang terdiagnosis di atas 65 tahun.
Bersepeda: ‘Game Changer’ Buat Otak
Penelitian ini membagi gaya transportasi menjadi empat kategori: nonaktif (mobil/motor), jalan kaki, campuran jalan kaki, serta bersepeda (termasuk sepeda yang digabung moda lain).

Hasilnya? Bersepeda terbukti jadi pemenang mutlak. Orang yang hobi gowes atau menggabungkan bersepeda dengan transportasi lain punya risiko demensia yang jauh lebih rendah, terutama di masa tua.
Coba intip angkanya:
Jalan kaki campuran cuma menurunkan risiko demensia sebesar 6%.
Bersepeda atau sepeda campuran mampu menurunkan risiko demensia secara keseluruhan hingga 19%.
Bahkan untuk demensia usia muda, bersepeda bisa menekan risikonya sampai 40%!
Kenapa Jalan Kaki Saja Belum Cukup?
Ada fakta unik sekaligus bikin dahi mengernyit. Studi ini menemukan kalau jalan kaki saja tampaknya sedikit meningkatkan risiko penyakit Alzheimer sebesar 14%. Sebaliknya, bersepeda justru membantu menurunkan risiko penyakit yang sama hingga 22%.
Secara sains, rahasianya ada di pemindaian otak. Para peneliti menemukan kalau bersepeda rutin berkaitan dengan peningkatan volume materi abu-abu (Grey Matter Volume) di area hipokampus—bagian otak yang tugas utamanya mengurus memori. Di sisi lain, mereka yang hanya mengandalkan jalan kaki justru tercatat punya volume materi abu-abu dan putih yang sedikit lebih kecil di beberapa area tertentu.
Mulai dari Hal Kecil
Memahami gimana active travel memengaruhi otak bisa jadi alasan kuat buat kamu mulai mengubah kebiasaan. Enggak harus langsung ikut balap sepeda, kok.
“Baik itu berjalan kaki ke toko terdekat, bersepeda ke tempat kerja, atau menikmati jalan-jalan santai di taman, perubahan sederhana ini dapat memberikan manfaat jangka panjang. Upayakan agar lebih banyak gerakan ke dalam rutinitas Anda untuk mendukung kesehatan otak.”







Tidak ada komentar