Geothermal Gunung Tampomas, Sumedang, Jawa Barat/Foto: IstimewaIndoragamnewscom, JAKARTA-Anggota Komisi XII DPR RI Irsan Sosiawan mendesak agar proses eksplorasi potensi energi panas bumi atau geothermal di Provinsi Jawa Barat dilakukan dengan prinsip kehati-hatian yang ketat melalui keterlibatan perusahaan berkompeten.
Mengingat karakter industri ini yang memerlukan modal masif namun memiliki rasio kegagalan tinggi, Irsan menengarai pentingnya seleksi perusahaan yang kompetitif agar sejalan dengan peta jalan transmisi milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Langkah tersebut krusial guna memastikan transisi energi nasional tidak terhambat oleh kegagalan teknis dari entitas yang belum teruji kemampuannya.
“Geothermal ini adalah energi bersih, tetapi biaya eksplorasinya sangat mahal dan risikonya tinggi, mirip seperti mengeksplorasi minyak. Kita sudah melihat ada perusahaan seperti Star Energy Geothermal yang sudah membuktikan produksinya dan bermanfaat bagi masyarakat. Ke depan, jika ada perusahaan lain yang ingin menggali potensi geothermal, mereka harus kompetitif dan sejalan dengan rencana transmisi yang disediakan oleh PLN,” ungkap Irsan dikutip pada Kamis (26/02/2026).
Adapun diskursus mengenai pemanfaatan energi terbarukan ini tidak hanya terpaku pada aspek teknis, melainkan juga harus menyentuh dimensi tanggung jawab sosial terhadap ekosistem sekitar.

Kendati demikian, Irsan memperingatkan agar proyek strategis ini tidak diserahkan kepada pelaku usaha yang hanya sekadar mencoba peruntungan tanpa kualifikasi yang mumpuni. Sementara itu, keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam di sekitar wilayah kerja panas bumi menjadi elemen yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan operasional perusahaan.
“Perusahaan tidak mungkin bisa beroperasi sendirian tanpa masyarakat di sekitarnya. Oleh karena itu, masyarakat harus dilibatkan dan merasakan langsung manfaatnya. Program CSR sangat diperlukan, baik di bidang pendidikan maupun kesehatan, guna meningkatkan kesejahteraan warga setempat sekaligus menjaga kelestarian alam,” tegas politisi Fraksi Partai NasDem tersebut.
Terkait tantangan di lapangan, pemanfaatan panas bumi di Jawa Barat selama ini memang menjadi tumpuan utama dalam mengejar target bauran energi nasional. Namun, riwayat penolakan masyarakat dan kendala geografis di beberapa titik di Jawa Barat sebelumnya menjadi catatan penting bagi pemerintah dalam menerbitkan izin eksplorasi baru.
Pendekatan legalistik dan penguatan fungsi Corporate Social Responsibility (CSR) dipandang sebagai instrumen utama untuk memitigasi potensi konflik sosial yang kerap muncul dalam proyek ekstraksi energi hijau di kawasan pegunungan.







Tidak ada komentar