TRENDING

Harga Daging Ayam di Titik Tertentu Melonjak

3 menit membaca
Ninding Yulius Permana
Nasional, News - 18 Feb 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Pemerintah mulai menyoroti munculnya anomali harga daging ayam ras di tingkat retail yang menyentuh angka Rp45.000 per kilogram menjelang bulan Ramadan.

Meski harga daging ayam secara rata-rata nasional diklaim masih terkendali pada kisaran Rp40.259 per kilogram, Kementerian Perdagangan mengonfirmasi adanya beberapa titik pasar yang mencatatkan harga jauh di atas standar tersebut.

Situasi ini memicu investigasi mendalam untuk memetakan apakah lonjakan tersebut disebabkan oleh gangguan pada rantai distribusi lokal atau sekadar reaksi psikologis pasar menghadapi kenaikan konsumsi musiman.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa data dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok per 13 Februari 2026 menunjukkan kondisi stok secara umum tetap stabil.

Ia membantah anggapan bahwa harga tinggi di beberapa daerah mencerminkan kegagalan pasokan nasional.
Menurutnya, fluktuasi harga di level retail sering kali dipengaruhi oleh disparitas biaya distribusi antarwilayah, namun pemerintah tetap akan turun ke lapangan untuk melakukan peninjauan langsung pada titik-titik yang mematok harga di atas batas kewajaran.

“Memang ada yang menyentuh Rp45.000, namun ada pula daerah yang harganya di bawah Rp40.000. Jadi, itu bukan rata-rata nasional. Meski demikian, titik-titik dengan harga tinggi tersebut tetap menjadi perhatian dan akan kami tinjau,” ujar Budi Santoso saat menghadiri agenda Pasar Murah di Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Kementerian Perdagangan juga memastikan bahwa koordinasi dengan para peternak dan pelaku usaha menunjukkan sisi produksi dalam kondisi aman. Tidak ditemukan adanya kendala pada ketersediaan pakan ternak yang biasanya menjadi faktor utama pemicu kenaikan harga di tingkat hulu.

Dengan produktivitas yang terjaga, pemerintah berkeyakinan bahwa ketersediaan daging ayam ras akan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Idulfitri mendatang, asalkan tidak terjadi aksi spekulasi di tingkat perantara.

“Kami telah menginstruksikan agar pasokan tetap terjaga. Harapannya, meski permintaan melonjak tajam, harga di pasar tetap sinkron dengan Harga Acuan Pembelian (HAP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan,” jelas Budi.

Selain daging ayam, stabilitas harga juga terpantau pada komoditas telur ayam ras yang rata-ratanya berada di angka Rp30.570 per kilogram. Di beberapa wilayah produsen seperti Sukoharjo, harga bahkan mampu ditekan hingga Rp28.000 per kilogram, yang menunjukkan bahwa manajemen stok di tingkat daerah berjalan cukup baik.

Pemerintah pusat kini mengandalkan sinergi dengan Satgas Pangan Polri dan Badan Pangan Nasional untuk memastikan tidak ada hambatan distribusi yang sengaja diciptakan oleh oknum tertentu saat periode konsumsi tinggi berlangsung.

Langkah mitigasi berupa operasi pasar murah mulai masif dilakukan di berbagai daerah untuk meredam potensi gejolak harga lebih lanjut.

Pemantauan harian terus diperketat guna memastikan harga di pasar-pasar tradisional tetap sejalan dengan koridor yang ditetapkan pemerintah.

Sinergi lintas lembaga ini diharapkan mampu memberikan jaminan bagi masyarakat agar dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau selama menjalankan ibadah puasa nanti.

 

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

2 weeks ago
4 weeks ago
1 month ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!