Jemaah haji Indonesia/Foto:KemenagIndoragamnewscom, JAKARTA-Proses pemulangan jemaah haji Indonesia berjalan bertahap. Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR sekaligus Anggota Komisi VIII DPR Atalia Praratya mengungkapkan, dari 525 kloter, baru sekitar 120 kloter yang sudah kembali ke Tanah Air per awal pekan ini.

“Kita bersyukur perlahan-lahan para jemaah haji sudah kembali ke Indonesia. Menurut data yang saya dapat, dari 525 kloter, sampai hari Senin kemarin sekitar 120 kloter sudah mulai kembali ke Indonesia,” ujar Atalia di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Namun di balik rasa syukur itu, dua persoalan klasik masih menghantui: keterlambatan penerbangan dan kelebihan bagasi.
“Hal yang menjadi kendala selama ini adalah terkait delay pesawat. Kita tahu beberapa penerbangan mengalami keterlambatan berjam-jam sehingga membuat jemaah merasa lelah. Namun kita juga memahami bahwa biasanya hal ini terjadi akibat kendala teknis,” jelasnya.

Masalah terbesar justru berasal dari air zamzam. Banyak jemaah menganggapnya sebagai oleh-oleh paling berharga, sehingga mereka memasukkannya ke dalam koper. Akibatnya, koper menjadi kelebihan berat dan harus dibuka kembali saat pemeriksaan.
“Yang paling berat kaitannya dengan air zamzam. Banyak jemaah merasa air zamzam adalah oleh-oleh yang paling berharga, sehingga mereka mencoba memasukkannya ke dalam koper bagasi. Akibatnya koper menjadi overweight dan harus dibuka kembali saat pemeriksaan,” katanya.
Atalia meminta pemerintah memperkuat sosialisasi terkait barang yang diperbolehkan dan dilarang dibawa dalam bagasi pesawat. Informasi itu harus disampaikan lebih masif sejak sebelum keberangkatan hingga menjelang kepulangan.
“Ke depan informasi terkait apa yang boleh dan tidak boleh dibawa harus lebih disebarluaskan oleh para petugas. Dengan begitu jemaah bisa lebih memahami aturan dan proses kepulangan bisa berjalan lebih lancar,” tegas politisi Fraksi Partai Golkar itu.
Timwas Haji DPR akan terus melakukan pengawasan hingga seluruh kloter tiba di Indonesia. Evaluasi atas berbagai kendala akan menjadi bahan masukan bagi pemerintah untuk penyelenggaraan haji tahun mendatang.






