Jalan Pantura Hampir Mulus, Menteri PU Sebut Sisa Perbaikan Hanya 1-2 Persen

2 menit membaca
Ninding Yulius Permana
Nasional - 18 Apr 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memastikan perbaikan jalan berlubang di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa hampir tuntas. Dari total target perbaikan, pengerjaan hanya menyisakan sekitar 1 hingga 2 persen.

“Kalau jalan berlubang di Pantura, Insya Allah sudah (hampir tuntas), sisa perbaikan sekitar 1 persen sampai 2 persen,” ujar Dody dikutip Sabtu (18/4/2026).

Upaya percepatan ini dilakukan guna menjamin kelancaran lalu lintas serta keselamatan para pengguna jalan di salah satu jalur nasional tersibuk di Indonesia.

Sebelumnya, jumlah lubang yang semula mencapai sekitar 7.000 titik berhasil ditekan menjadi sekitar 2.500 titik per 2 Maret 2026 melalui percepatan penanganan di lapangan.

Dua Biang Kerusakan: ODOL dan Cuaca

Dody menjelaskan bahwa kerusakan jalan di jalur Pantura dipicu oleh dua faktor utama. Pertama adalah kendaraan dengan muatan berlebih atau over dimension and over load (ODOL). Bobot kendaraan yang melampaui kapasitas jalan mempercepat laju kerusakan aspal secara signifikan.

“Yang lewat itu rata-rata kendaraan besar ODOL, yang over dimension dan over load, itu yang membuat jalan rusak,” tegasnya.

Faktor kedua adalah alam, yakni intensitas curah hujan tinggi yang masih berlangsung di sejumlah wilayah. Air hujan yang menggenang di permukaan aspal sering kali menjadi pemicu munculnya lubang-lubang baru.

Penilik Jalan Pantau Harian

Untuk menjaga kualitas jalan nasional, Kementerian PU mengerahkan petugas lapangan atau penilik jalan yang melakukan pemantauan secara rutin. Setiap penilik jalan bertanggung jawab mengawasi ruas sepanjang 10 hingga 25 kilometer setiap harinya.

Pengecekan harian ini bertujuan agar setiap kerusakan kecil yang muncul dapat segera diidentifikasi dan ditangani sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih parah.

Jembatan Juga Jadi Perhatian

Selain fokus pada jalan berlubang, Menteri Dody juga menaruh perhatian serius pada kondisi jembatan, khususnya pada bagian sambungan atau expansion joint. Ia menilai sambungan jembatan yang mulai melebar sangat berisiko bagi pengendara roda dua .

“Jembatan-jembatan itu expansion joint-nya itu sebagian sudah melebar. Mungkin bagi mobil hanya merasa ketidaknyamanan, tapi kalau motor lewat situ bahaya, bisa jatuh,” ungkapnya.

Sebagai langkah konkret, Kementerian PU telah menginstruksikan seluruh balai jalan untuk memprioritaskan perbaikan sambungan jembatan tersebut.

“Ke depan, saya mau jalan nasional itu aman juga untuk sepeda motor. Standarnya kita naikkan,” pungkas Dody.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!