Manajer Manchester City Pep Guardiola, sebut laga vs Arsenal di Etihad sebagai penentu gelar Premier League. City kini enam poin di belakang dengan satu laga sisa./Foto: WikipediaIndoragamnewscom-Kehancuran di tangan Real Madrid tak lantas memupus harapan Pep Guardiola. Manajer asal Katalan itu justru melontarkan janji kebangkitan seusai menyaksikan Manchester City tersingkir dari Liga Champions dengan agregat memalukan 5-1, Selasa (17/3/2026) malam WIB.

“Masa depan akan cerah, tahun depan kami akan kembali,” ujarnya tegas.
Kekalahan di kandang sendiri semakin terasa pahit ketika Bernardo Silva harus menerima kartu merah pada menit ke-20 akibat handsball.
Dua gol Vinicius Junior, termasuk satu dari titik putih, hanya mampu dibalas sekali oleh Erling Haaland. Guardiola menolak menjadikan Silva sebagai kambing hitam atas kekalahan yang menghancurkan musim Eropa mereka.

“Itu kartu merah pertama dalam kariernya. Saya tidak akan pernah menyalahkan pemain untuk hal itu, apalagi Bernardo,” ujarnya membela sang kapten tim.
Meski demikian, Guardiola tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia merasa pertandingan tidak berjalan adil karena City harus bermain dengan 10 orang sejak babak pertama.
“Kami ingin bermain 11 lawan 11. Tim seperti Madrid akan menghukum setiap kesalahan,” kata pelatih berusia 55 tahun itu.
Di tengah kehancuran itu, Guardiola justru melihat secercah harapan untuk masa depan. Ia menyebut nama-nama seperti Abdukodir Khusanov, Rayan Cherki, dan Antoine Semenyo yang baru pertama kali merasakan kerasnya Liga Champions.
Mereka, menurut Guardiola, sedang dalam proses tumbuh menjadi tulang punggung tim. “Kami belum menjadi tim yang sempurna, itu realitanya. Tapi masa depan akan cerah, tahun depan kami akan kembali,” janjinya penuh optimisme.
Guardiola secara terbuka mengakui tim asuhannya saat ini belum berada di level yang sama dengan City versi terbaiknya. “Saya pernah melihat Manchester City sebagai tim yang memiliki segalanya, dan sekarang kami belum sampai di sana,” katanya jujur.
Saat ditanya apakah dirinya akan tetap memimpin proses pembangunan kembali ini hingga kontraknya berakhir tahun depan, Guardiola menjawab dengan nada bercampur serius dan canda.
“Semua orang ingin memecat saya, tapi saya masih di sini. Kontrak saya masih tersisa satu tahun.” Ia menegaskan, ketika berbicara tentang “kami”, dirinya adalah bagian tak terpisahkan dari masa depan yang ia janjikan itu.
Kini, fokus The Citizens beralih ke perburuan gelar di Piala Liga Inggris melawan Arsenal dan Piala FA.




Tidak ada komentar