TRENDING

Kemenhub Sidak Kapal-Kapal di Batam, Prinsip Zero Compromise Harga Mati Jelang Mudik Lebaran 2026

2 menit membaca
Nandang Permana
Nasional, News - 24 Jan 2026

Indoragamnewscom, BATAM– Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) tidak mau main-main dengan nyawa pemudik. Menjelang ledakan arus mudik Lebaran 2026, tim Direktorat Perkapalan dan Kepelautan (Ditkapel) langsung “turun gunung” melakukan uji petik kelaikan kapal penumpang di tiga pelabuhan utama Batam, Kamis (23/1/2026).

Langkah agresif ini diambil untuk memastikan tidak ada satu pun kapal “bermasalah” yang nekat melayani penumpang saat masa angkutan Lebaran nanti.

Keselamatan Dimulai dari Dermaga, Bukan di Tengah Laut

Batam menjadi titik krusial karena merupakan gerbang internasional sekaligus domestik dengan mobilitas yang sangat tinggi. Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin, menyatakan bahwa pemeriksaan fisik kapal secara mendadak ini adalah benteng pertahanan pertama bagi keselamatan publik.

“Uji petik ini merupakan langkah awal untuk memastikan kapal penumpang laik laut sebelum memasuki masa angkutan Lebaran 2026. Keselamatan penumpang harus dipastikan sejak kapal masih sandar di pelabuhan,” tegas Samsuddin dalam siaran persnya.

Target Operasi: Dari Kapal Cepat hingga Rute Internasional

Tim ahli yang dipimpin Capt. Maltus Jackline menyisir armada-armada vital. Kapal cepat Emerald of Dumai (rute Batam–Dumai) menjadi target pertama, disusul oleh Oecanna 18 di Harbour Bay dan MDM Express 09 di Batam Center.

Pemeriksaan mencakup segala aspek teknis yang bersifat fatal: kondisi mesin, kekokohan lambung, kecanggihan navigasi, hingga jumlah pelampung (life jacket) yang tersedia.

Samsuddin pun menegaskan posisi Batam yang masuk dalam daftar 15 pelabuhan utama dengan perhatian khusus se-Indonesia.

“Batam menjadi perhatian khusus karena melayani angkutan penumpang domestik, lintas negara, serta kapal cepat yang tunduk pada konvensi keselamatan internasional,” jelasnya.

Pesan Tegas: Zero Compromise!

Dengan 107 kapal yang hilir mudik di wilayah KSOP Khusus Batam, pemerintah mengirimkan sinyal kuat kepada para operator kapal: jangan coba-coba mengabaikan standar keselamatan demi keuntungan semata.

“Keselamatan tidak mengenal toleransi. Prinsip kami jelas, zero compromise for safety. Setiap kapal wajib memenuhi seluruh persyaratan keselamatan sesuai ketentuan yang berlaku,” lanjut Samsuddin dengan nada serius.

Melalui operasi “bersih-bersih” armada yang berlangsung secara nasional hingga 19 Februari 2026 ini, Kementerian Perhubungan berharap mudik laut tahun ini bisa berjalan mulus tanpa ada insiden yang membahayakan nyawa masyarakat.

 

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Trending Harian

INSTAGRAM

4 days ago
3 weeks ago
3 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!