Paul Scholes klarifikasi kritik tajam terhadap Michael Carrick/Foto: IstimewaIndoragamnewscom-Legenda Manchester United Paul Scholes memberikan klarifikasi resmi guna meredam polemik terkait komentarnya di media sosial yang menyasar kinerja tim di bawah asuhan Michael Carrick.

Mantan gelandang tim nasional Inggris tersebut menegaskan bahwa dirinya telah menjalin komunikasi langsung dengan Carrick untuk memastikan tidak ada ketersinggungan personal atas kritik tajamnya tempo hari.
Persoalan ini mencuat setelah Scholes menyebut performa United memburuk dalam empat laga terakhir, kendati Setan Merah saat ini masih bertengger di posisi ketiga klasemen sementara Premier League dan bersaing ketat dalam perebutan zona Liga Champions.
Upaya Scholes memperbaiki hubungan dengan kolega lamanya tersebut menengarai adanya misinterpretasi publik terhadap maksud asli dari unggahannya.

Ia berkilah bahwa pernyataannya merupakan bentuk pujian tersirat atas kemampuan Carrick yang tetap mampu mengamankan hasil positif meskipun tim bermain kurang optimal.
“Michael adalah salah satu orang paling baik yang pernah Anda temui di sepak bola—dia akan menjadi orang terakhir yang ingin saya sakiti,” ujar Scholes dalam siniar The Good, The Bad & The Football, Selasa (10/03/2026).
Ia juga mengaku telah mengirimkan pesan singkat untuk meluruskan situasi, dan mendapatkan respons bahwa Carrick tidak merasa keberatan dengan opini tersebut.
Analisis Scholes merujuk pada keberuntungan yang terkadang diperlukan sebuah tim besar untuk tetap menang saat berada dalam tren performa yang menurun.
Mengutip petuah Sir Alex Ferguson, ia menekankan bahwa insiden seperti kartu merah lawan atau keputusan tak terduga di lapangan merupakan faktor penentu yang sering kali berpihak pada United baru-baru ini.
Adapun kekalahan tipis dari Newcastle pekan lalu dipandang sebagai titik balik yang perlu disikapi dengan evaluasi teknis yang lebih mendalam daripada sekadar mengandalkan dewi fortuna.
“Saya hanya mengatakan bahwa menurut saya mereka tidak bermain sebaik itu dalam empat pertandingan terakhir, dan dia masih berhasil mendapatkan hasil,” tambah Scholes.
Sementara itu, posisi Manchester United di papan atas klasemen menuntut konsistensi permainan yang lebih solid guna menjaga ambisi kualifikasi Eropa musim depan.
Diskursus mengenai gaya kepelatihan Carrick pun diprediksi akan terus menjadi sorotan para pundit, terutama setelah transisi kepemimpinan dari Ruben Amorim yang menyisakan tantangan besar di ruang ganti Old Trafford.






