Upacara penghormatan militer terakhir jenazah prajurit TNI Satgas UNIFIL di Bandara Rafic Hariri Beirut/Foto: KemluIndoragamnewscom, JAKARTA-Dua personel penjaga perdamaian asal Indonesia menerima penghargaan tertinggi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kopral Dua Eko Prambudi Santoso dan Brigadir Polisi Kepala Sri Widodo gugur dalam tugas pada 2025.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyerahkan langsung medali Dag Hammarskjöld di Markas Besar PBB, New York, Jumat (5/6/2026). Upacara digelar dalam rangkaian peringatan Hari Internasional Penjaga Perdamaian PBB.
Penghargaan ini diterima oleh Utusan Tetap RI untuk PBB, Umar Hadi, didampingi Penasihat Militer PTRI New York, Brigadir Jenderal Robertus Subono.
“Dalam upacara tersebut, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menganugerahkan medali Dag Hammarskjöld yang prestisius untuk menghormati pasukan perdamaian PBB yang mengorbankan nyawa mereka untuk perdamaian dunia sepanjang tahun 2025,” demikian bunyi keterangan tertulis Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) untuk PBB New York dikutip Senin (8/6/2027).

Kopda Eko gugur saat mengemban tugas bersama Misi Stabilisasi Organisasi PBB di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO). Bripka Sri Widodo gugur dalam Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA).
“Indonesia memberikan penghormatan terdalam kepada personel kita yang gugur,” bunyi pernyataan PTRI.
Pusat Informasi PBB (UNIC) Indonesia mencatat, tahun ini medali Dag Hammarskjöld juga dianugerahkan secara anumerta kepada 66 personel militer, polisi, dan warga sipil dari berbagai negara. Total penerima penghargaan pada periode ini mencapai 68 orang .
Indonesia saat ini menempati peringkat keenam sebagai negara kontributor terbesar misi perdamaian PBB. Hampir 2.000 personel militer dan polisi—termasuk 156 personel perempuan—dikerahkan ke sejumlah wilayah konflik.
Secara keseluruhan, lebih dari 50.000 personel dari 118 negara bertugas dalam 11 misi perdamaian PBB.
Empat personel perdamaian Indonesia lainnya yang gugur saat bertugas bersama Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) tahun ini dijadwalkan menerima medali Dag Hammarskjöld pada upacara 2027.






