Bupati Kapuas H. M. Wiyatno didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I. Sangkai melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementerian Pertanian RI Hermanto, di Jakarta, Selasa (20/1/2026)/Foto: Humas Pemkab KapuasIndoragamnewscom, KAPUAS-Bupati Kapuas H. M. Wiyatno didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I. Sangkai melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementerian Pertanian RI Hermanto, di Jakarta, Selasa (20/1/2026). Audiensi tersebut membahas pengembangan kawasan sentra padi guna mendukung swasembada pangan di Kabupaten Kapuas.

Dalam pertemuan itu, Bupati Kapuas menyampaikan bahwa Kabupaten Kapuas merupakan lumbung padi Provinsi Kalimantan Tengah dengan kontribusi rata-rata sekitar 40 persen terhadap produksi padi provinsi dalam enam tahun terakhir. Namun, terjadi penurunan produksi padi rata-rata sebesar 12 persen pada periode 2019–2024 yang berdampak pada kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.
“Kabupaten Kapuas memiliki potensi pertanian yang sangat besar, khususnya di kawasan sentra padi. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, diperlukan dukungan penguatan infrastruktur lahan dan irigasi, peningkatan mekanisasi pertanian, serta pengembangan varietas padi yang sesuai dengan karakteristik wilayah,” ujar Wiyatno.
Ia menjelaskan, sentra utama padi Kabupaten Kapuas berada di Kecamatan Bataguh, Kapuas Kuala, Tamban Catur, dan Kapuas Timur. Kawasan tersebut merupakan satu hamparan strategis dari wilayah selatan hingga pesisir yang menguasai sekitar 57,3 persen luas lahan baku sawah dan menyumbang lebih dari 67 persen total produksi padi daerah.

Lebih lanjut, Wiyatno mengungkapkan bahwa keterbatasan infrastruktur lahan dan air, kondisi jaringan irigasi tersier dan jalan usaha tani yang belum memadai, serta rendahnya rasio alat dan mesin pertanian masih menjadi kendala utama peningkatan produktivitas petani.
“Melalui audiensi ini, kami berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah agar program strategis pertanian dapat direalisasikan secara bertahap dan berkelanjutan demi menjaga Kapuas sebagai lumbung pangan Kalimantan Tengah,” tambahnya.
Dalam audiensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kapuas mengajukan sejumlah usulan kepada Kementerian Pertanian, antara lain pengembangan varietas padi unggul berproduktivitas tinggi dan revitalisasi varietas lokal, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi pertanian, peningkatan bantuan alat dan mesin pertanian, optimalisasi lahan cetak sawah rakyat, serta rehabilitasi balai benih tanaman pangan beserta sarana pendukungnya.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI Hermanto mengapresiasi keseriusan Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam mengembangkan sektor pertanian.
“Usulan yang disampaikan sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertanian dalam mendukung peningkatan produksi dan produktivitas pangan nasional. Pada prinsipnya kami mendukung, terutama penguatan infrastruktur lahan dan irigasi serta percepatan mekanisasi pertanian di kawasan sentra produksi,” ujar Hermanto.
Ia menegaskan bahwa sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan pembangunan pertanian agar setiap program berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Kapuas sejalan dengan visi pembangunan daerah, “Pertanian Maju, Kapuas Bersinar”.







Tidak ada komentar