Tim Reaksi Cepat BNPB bersama BPBD Kabupaten Sarmi melakukan kaji cepat terkait kerusakan bangunan ibadah pascagempabumi M 6.6 di Kabupaten Sarmi, Papua, Minggu (19/10/2025)/Foto:Istimewa Indoragamnews.com, JAKARTA-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus menyiapkan dukungan logistik, peralatan, dan pendampingan operasional bagi Pemerintah Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,6 yang mengguncang wilayah tersebut pada Kamis (16/10/2025) pukul 15.25 WIT.

Melalui Tim Reaksi Cepat (TRC), BNPB telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sarmi untuk memastikan proses penanganan darurat berjalan optimal. Tim juga mendampingi penyusunan dokumen administrasi serta persiapan distribusi bantuan logistik dan peralatan yang akan dikirimkan dari gudang BNPB di Jakarta.
Adapun bantuan awal dari BNPB yang telah disalurkan meliputi 100 paket sembako, 100 lembar selimut, 1 unit tenda pengungsi, 50 unit tenda keluarga, 50 lembar kasur lipat, 100 lembar matras, 50 unit velbed, dan 100 lembar terpal. Total nilai bantuan tersebut diperkirakan sebesar Rp325 juta.
BNPB juga mengirimkan tambahan dukungan sesuai permohonan resmi Pemerintah Kabupaten Sarmi, yang mencakup kebutuhan logistik seperti paket sembako, obat-obatan, makanan siap saji, perlengkapan kebersihan, hygiene kit, tenda pengungsi, tenda keluarga, kasur lipat, matras, velbed, terpal, serta peralatan pendukung seperti chainsaw, perahu karet, dan mesin tempel. Pengiriman logistik BNPB ini dilakukan pada Minggu (19/10/2025) malam dan dijadwalkan tiba di lokasi, Senin (20/10/2025).

Sementara itu, hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi dengan magnitudo 6,6 pada Kamis (16/10/2025) itu berpusat di koordinat 2,18° Lintang Selatan dan 138,94° Bujur Timur, tepatnya di wilayah Kampung Dabe, Distrik Pantai Timur Bagian Barat, Kabupaten Sarmi. Gempabumi dangkal itu dipicu oleh aktivitas sesar Anjak Mamberamo.
Dua gempabumi susulan turut tercatat dengan magnitudo 5,1 pada Minggu (19/10), pukul 11.52 WIT dan magnitudo 4,5 pada pukul 19.05 WIT. Kendati tidak menimbulkan dampak signifikan, namun masyarakat diharapkan tetap tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan.
Masyarakat juga disarankan segera mencari tempat aman dan menghindari bangunan yang retak atau berpotensi roboh, memastikan jalur evakuasi bebas hambatan, serta menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan pokok, obat-obatan, dokumen penting, dan senter. Selain itu, warga juga dihimbau untuk mematikan aliran listrik, gas, dan air jika diperlukan untuk mencegah risiko kebakaran atau kebocoran.
Masyarakat juga diminta mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG, BNPB, dan BPBD melalui kanal terpercaya, serta tidak terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.




Tidak ada komentar