Koperasi Merah Putih/Ilustrasi: IndoragamnewscomIndoragamnewscom, JAKARTA-Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto menekankan pentingnya penguatan model bisnis dalam mendukung keberlanjutan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Menurutnya, kejelasan arah usaha dan tata kelola yang baik diperlukan agar koperasi dapat berkembang optimal serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Darmadi saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Provinsi Bali. Dalam agenda tersebut, rombongan meninjau perkembangan pelaksanaan KDMP di Bali yang saat ini telah memiliki 78 koperasi beroperasi.
Ia menjelaskan, kunjungan dilakukan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai efektivitas pelaksanaan di lapangan dan berbagai tantangan operasional. “Kami ingin melihat progresnya seperti apa, apakah ada kendala dalam pelaksanaannya dan apakah bisa berjalan secara efektif atau tidak,” ujar Darmadi dikutip Sabtu (20/6/2026).

Legislator Fraksi PDI-Perjuangan itu menyoroti sejumlah aspek yang masih perlu perhatian, mulai dari ketersediaan produk, kelancaran distribusi barang, hingga penguatan sistem operasional koperasi. Berbagai tantangan itu menunjukkan pentingnya penyusunan model bisnis komprehensif sebagai fondasi pengembangan.
Darmadi menekankan bahwa perencanaan usaha matang seharusnya menjadi langkah awal sebelum operasional dijalankan.
“Dalam membangun sebuah bisnis, yang harus disiapkan terlebih dahulu adalah model bisnisnya. Setelah itu baru operasional dijalankan sehingga arah pengembangannya menjadi lebih jelas,” jelasnya.
Keberhasilan KDMP, lanjutnya, tidak semata-mata diukur dari jumlah koperasi yang berdiri, tetapi dari kualitas pengelolaan dan manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Yang terpenting adalah bagaimana koperasi ini bisa berjalan dengan baik, memberikan manfaat bagi masyarakat, dan memiliki keberlanjutan dalam jangka panjang,” pungkas legislator Daerah Pemilihan DKI Jakarta III tersebut.






