Ketua Geothermal Soccer Indonesia (GSI), Carson Hakama saat kegiatan Technical Meeting dan Geothermal Billiard Tournament yang digelar di FX Sudirman, Jakarta, Jumat (19/6/2026). Foto : GSIIndoragamnews.com, JAKARTA – Geothermal Soccer Indonesia (GSI) menghadirkan Geothermal Liga dan Geothermal World Cup 2026 sebagai wadah kolaborasi bagi para pelaku industri panas bumi nasional. Melalui kompetisi olahraga ini, GSI ingin memperkuat hubungan antarperusahaan, pemerintah, media, serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan energi panas bumi di Indonesia.


Komitmen tersebut ditandai dengan penyelenggaraan Technical Meeting dan Geothermal Billiard Tournament yang berlangsung di FX Sudirman, Jakarta, Jumat (19/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal sebelum kompetisi resmi dimulai pada Juli mendatang.
Ketua Geothermal Soccer Indonesia (GSI), Carson Hakama, mengatakan olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai pihak yang selama ini terhubung dalam satu industri.

“Di lapangan sepak bola semua pihak memiliki kesempatan yang sama untuk berinteraksi dan membangun hubungan. Melalui kompetisi ini kami ingin menciptakan kolaborasi yang lebih kuat antar pelaku industri panas bumi,” ujar Carson.
Sebanyak 36 tim akan berpartisipasi dalam Geothermal Liga 2026. Peserta terdiri atas perusahaan pengembang panas bumi, kontraktor, mitra industri, media, hingga instansi pemerintah yang selama ini menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor energi panas bumi nasional.
Kompetisi akan berlangsung dalam dua kategori. Liga Pengembang atau IPP Panas Bumi dijadwalkan berlangsung pada 4-5 Juli 2026, sementara Liga Contractor Panas Bumi akan digelar pada 11-12 Juli 2026.
Dari masing-masing kategori, delapan tim terbaik akan melaju ke Geothermal World Cup 2026 yang menjadi puncak kompetisi dan akan berlangsung pada 1-2 Agustus di BRIlian Stadium, Jakarta.
Menurut Carson, kehadiran Geothermal World Cup menjadi simbol kebersamaan industri panas bumi yang selama ini berkontribusi terhadap pengembangan energi bersih nasional.
“Kami ingin membangun budaya kolaborasi yang positif. Kompetisi ini bukan hanya tentang mencari juara, tetapi juga memperkuat hubungan dan membangun semangat bersama untuk memajukan industri panas bumi Indonesia,” katanya.
Melalui konsep tersebut, GSI berharap Geothermal World Cup dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang dinantikan seluruh pelaku industri sekaligus menjadi sarana promosi positif sektor panas bumi kepada masyarakat luas. (yd)







