Politisi PKB di DPR RI Soroti Kasus Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

2 menit membaca
Nandang Permana
News, Politik - 03 Okt 2025

Indoragamnews.com, Jakarta-DPR RI menyoroti serius kejadian ambruknya bagunan musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur beberapa hari yang lalu. Dari kejadian itu, diketahui ada korban meninggal 3 orang santri dan beberapa santri lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq. Legislator yang akrab disapa Kiai Maman itu menegaskan bahwa tragedi tersebut harus menjadi peringatan penting bagi semua pihak, terutama pemerintah pusat maupun daerah, untuk hadir dalam pembangunan pesantren di Indonesia.

“Pemerintah pusat, khususnya Kementerian Agama, harus bisa mendata ponpes-ponpes yang memerlukan tambahan infrastruktur, termasuk bangunan asrama. Kalau kapasitasnya sudah berlebihan, menjadi tugas pemerintah untuk memfasilitasi pembangunan,” ujar Maman di Jakarta, Kamis (02/10/2025).

Lebih lanjut, Maman mengatakan bahwa selama ini pembangunan pesantren yang tersebar di seluruh pelosok tanah air selalu dibangun mandiri oleh pemilik pesantren dan tentunya dengan sumber daya yang terbatas.

Kondisi itu kata Maman sering membuat pembangunan tidak sesuai standar teknis konstruksi meski tidak semua pesantren melakukannya.

Kadang, masih kata Maman, pembangunan dilakukan terburu-buru karena meningkatnya jumlah siswa yang akan menimba ilmu.

“Karena santrinya bertambah, Ponpes melakukan pembangunan mandiri yang akhirnya ala kadarnya. Seperti tiang pancang yang tidak sesuai untuk bangunan bertingkat, konstruksi tangga yang tidak sesuai standar, dan sebagainya,” ungkap legislator dari Dapil Jawa Barat IX itu.

Dengan adanya kejadian di Sidoarjo itu, Maman mengingatkan pemerintah daerah dan pusat untuk selalu mengawasi pembangunan yang dilakukan setiap pesantren dengan melakukan komunikasi yang intens dengan setiap pengelola.

“Ponpes banyak berkontribusi untuk bangsa. Dari pesantren banyak lahir sumber daya manusia unggul yang tidak hanya kuat dari sisi agama, tapi juga berbagai kualitas dan kemampuan lain,” jelas pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi itu.

“Tragedi ini harus menjadi momentum untuk memperkuat standar keselamatan di semua lembaga pendidikan, baik satuan pendidikan umum maupun satuan pendidikan agama seperti pesantren,” tegas Politisi Fraksi PKB ini.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

2 weeks ago
2 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!