Kapolres Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Aceng LodaIndoragamnewscom, BANJARBARU-Polres Banjarbaru telah memetakan titik rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di bulan suci Ramadan 2026. Langkah preventif ini diambil untuk menjamin keamanan Ramadan di Banjarbaru agar masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk.

Fokus pengawasan kepolisian kini menyasar pada aktivitas kenakalan remaja, seperti balap liar dan tawuran, yang kerap muncul pada jam-jam tertentu selama bulan puasa.
Selain gangguan di jalan raya, kepolisian juga menaruh perhatian serius pada pengamanan area permukiman.
Risiko pencurian rumah kosong saat warga melaksanakan salat tarawih di masjid menjadi salah satu poin evaluasi. Pengetatan pengawasan ini tidak hanya melibatkan patroli kendaraan, tetapi juga melalui pendekatan langsung ke lingkungan warga untuk meminimalisir celah bagi pelaku kejahatan.

Kapolres Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Aceng Loda, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan jadwal patroli intensif di lokasi yang dianggap rawan.
Operasi ini akan difokuskan pada waktu-waktu krusial, yakni mulai menjelang berbuka puasa hingga waktu sahur. Rentang waktu tersebut diidentifikasi sebagai periode tinggi terjadinya aksi balap liar serta peredaran minuman keras di wilayah hukum Banjarbaru.
“Kegiatan patroli ini dilaksanakan setiap hari. Sudah ada SOP di Polsek maupun Polres untuk memastikan keamanan. Selain itu, kami juga melakukan sambang dan kunjungan door to door di tiap lingkungan untuk mencegah tindak kejahatan. Masyarakat diharapkan tetap waspada, pastikan rumah terkunci saat salat Magrib, begitu juga kendaraan agar aman,” ujar Pius X Febry pada Sabtu (21/2/2026).
Kepolisian menegaskan tidak akan memberikan toleransi bagi remaja atau kelompok masyarakat yang mengganggu ketertiban umum. Setiap pelaku balap liar maupun tawuran yang terjaring dalam operasi ini akan diproses secara hukum sesuai aturan yang berlaku.
Tindakan tegas ini merupakan bagian dari upaya menciptakan situasi yang kondusif di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat selama bulan Ramadan.
Masyarakat juga diimbau untuk proaktif dalam menjaga properti pribadi masing-masing. Kewaspadaan saat meninggalkan rumah untuk menjalankan ibadah di masjid menjadi kunci utama dalam mencegah aksi pencurian.
Koordinasi antara warga dan aparat kepolisian melalui program sambang lingkungan diharapkan mampu meredam potensi tindak kriminalitas sejak dini di tingkat terkecil.




Tidak ada komentar