Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi/Foto:Humas Pemprov JabarIndoragamnewscom, BANDUNG-Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dievaluasi menyusul longsor yang menewaskan empat orang dan menyebabkan lima lainnya hilang, Minggu (8/3/2026).

Ia menegaskan lokasi tersebut merupakan tempat pembuangan sampah warga Jakarta yang dikelola Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta.
“Dari peristiwa ini, ada empat orang meninggal dunia dan lima orang masih dalam pencarian,” ujar Dedi saat menanggapi insiden longsor di zona IV TPST Bantargebang.
Orang nomor satu di Jawa Barat itu menyampaikan duka cita mendalam sekaligus harapan agar proses evakuasi berjalan cepat.

“Semoga yang meninggal dunia diterima iman dan Islamnya, diampuni segala dosanya, dan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT, yang dalam pencarian semoga lekas ditemukan,” tuturnya.
Dedi juga mendorong adanya perbaikan sistem pengelolaan agar peristiwa serupa tidak terulang.
“Semoga TPA Bantargebang bisa ditangani dengan baik dan tidak terjadi longsor lagi. Jadikan musibah ini sebagai pembelajaran bagi kita agar kita senantiasa waspada setiap saat, karena musibah seringkali terjadi tanpa diduga,” tambahnya.
Longsoran terjadi tiba-tiba sekitar pukul 14.30 WIB saat sejumlah truk sampah mengantre untuk membuang muatan. Material tidak hanya menimbun sopir yang sedang antre, tetapi juga warga yang berada di warung sekitar lokasi.
Anggota rescue Damkar Kota Bekasi, Eko Uban, mengatakan longsoran terjadi secara mendadak.
“Pada saat truk sampah antre mau buang sampah sekitar pukul 14.30 WIB, tiba-tiba tumpukan sampah longsor sehingga sopir yang antre untuk buang sampah tertimbun longsoran sampah. Masyarakat yang ada di warung juga ikut tertumpuk longsoran sampah,” ujarnya.
Sebanyak 336 personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Dinas Kesehatan, DLH, Damkar, Satpol PP, dan instansi terkait dikerahkan dalam operasi pencarian.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Jakarta, Akhmad Rizkiansyah, menyebut 15 unit ekskavator digunakan untuk membuka timbunan sampah dan mempercepat proses evakuasi.
Tim dokter kepolisian dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati disiagakan untuk membantu identifikasi korban selama proses pencarian berlangsung. Selain menemukan korban jiwa, tim gabungan juga berhasil mengevakuasi sejumlah kendaraan yang sebelumnya tertimbun material longsoran sampah.




Tidak ada komentar