Presiden FIGC Gravina Mundur Usai Italia Gagal ke Piala Dunia Ketiga Kalinya Berturut-turut

2 menit membaca
Pegi Dwi
News, Olahraga - 03 Apr 2026

Indoragamnewscom-Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) Gabriele Gravina resmi mengundurkan diri dari jabatannya menyusul kegagalan tim nasional Italia lolos ke Piala Dunia 2026. Keputusan ini diumumkan dalam pertemuan dengan para presiden federasi anggota di markas FIGC Roma, Kamis (2/4/2026).

Kegagalan ketiga kalinya secara berturut-turut (2018, 2022, 2026) ini memicu kritik tajam dan tekanan politis yang besar terhadap Gravina yang menjabat sejak Oktober 2018 dan dinilai bertanggung jawab pada dua kegagalan terakhir.

Italia dipastikan tidak akan tampil di Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko setelah kalah adu penalti 4-1 dari Bosnia dan Herzegovina dalam final play-off Eropa pada Selasa (31/3/2026).

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi sepak bola Italia, yang sebelumnya juga gagal lolos ke edisi 2018 dan 2022. Sebanyak 32 dari 54 federasi anggota FIGC telah mengirimkan surat yang mendesak Gravina untuk mundur.

“Pada awal pertemuan, Gravina memberi tahu para perwakilan tertinggi bahwa ia telah mengundurkan diri dari jabatannya,” demikian pernyataan resmi FIGC. Pemilihan untuk memilih Presiden FIGC baru akan diadakan pada 22 Juni 2026 nanti.

Mundurnya Gravina menjadi indikasi kuat bahwa pelatih Gennaro Gattuso akan mengikuti jejaknya. Menurut sebagian besar laporan dari Italia, keputusan Gravina kemungkinan besar juga akan berujung pada pemecatan Gattuso.

Gattuso, yang ikut membantu Italia merebut Piala Dunia 2006 sebagai pemain, diangkat sebagai pelatih pada Juni 2025 menggantikan Luciano Spalletti. Ia masih memiliki kontrak hingga 2028, namun tekanan setelah kegagalan ini membuat posisinya sulit dipertahankan.

Kritik juga datang dari Menteri Olahraga Italia Andrea Abodi, yang menyerukan perubahan kepemimpinan sepak bola negara tersebut. Abodi menyoroti kegagalan di bawah Gravina, termasuk kekalahan Italia dalam bidding untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030 yang jatuh ke Spanyol, Portugal, dan Maroko.

Gravina sendiri sejak April 2025 menjabat sebagai Wakil Presiden Uni Sepak Bola Eropa (UEFA), namun jabatan itu tidak menyelamatkannya dari tekanan domestik.

Kegagalan ini menjadi pukulan beruntun bagi sepak bola Italia. Juara dunia empat kali itu terakhir kali tampil di Piala Dunia 2014 di Brasil. Dalam dua edisi terakhir, Italia bahkan gagal lolos setelah kalah di play-off dari Swedia (2018) dan Makedonia Utara (2022).
Kekalahan kali ini dari Bosnia yang notabene bukan raksasa Eropa semakin memperparah krisis kepercayaan publik terhadap federasi.

Pelatih Sementara (Caretaker) diperkirakan akan ditunjuk untuk memimpin tim dalam laga persahabatan melawan Swiss dan Portugal pada Juni mendatang.

Sementara itu, sejumlah nama seperti Roberto Mancini yang sukses membawa Italia juara Piala Eropa 2020, Claudio Ranieri, dan Luciano Spalletti disebut-sebut sebagai kandidat kuat pelatih tetap.

Namun siapa pun yang ditunjuk akan mewarisi pekerjaan besar membangun kembali kepercayaan diri tim dan mempersiapkan kualifikasi Piala Dunia 2030 yang akan dimulai pada 2028.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!