Aneka tas rajut dan anyaman yang dijual di Sentra Kerajinan Rajapolah/Foto: Indonesia KayaIndoragamnewscom-Bingung oleh-oleh dari Tasikmalaya? Jangan buru-buru ke mal. Cukup tempuh 12 kilometer ke utara, di Kecamatan Rajapolah, puluhan kios berderet di pinggir jalan menjajakan tas anyaman, dompet, hingga miniatur becak, semuanya buatan tangan dan dibanderol murah.

Rajapolah dikenal sebagai pusat industri rumahan untuk kerajinan anyaman dan kompor. Sepanjang jalan kecamatan itu, kios-kios handicraft bertebaran. Pengunjung bisa menemukan produk mulai dari tas, dompet, miniatur becak, miniatur mobil, tempat pensil, hingga gelang.
Bahan bakunya beragam. Yang paling umum adalah mendong, tumbuhan sejenis rumput yang tumbuh di rawa-rawa. Tanaman liar yang bisa memanjang hingga lebih dari satu meter ini dikeringkan, lalu dianyam manual menjadi tikar dan berbagai kerajinan lain. Selain mendong, para perajin juga menggunakan bambu, pandan, dan eceng gondok.
Produk anyaman di Rajapolah dikenal awet. Harganya pun bersahabat di kantong. Tak heran, tempat ini menjadi langganan wisatawan yang ingin membawa pulang cendera mata khas Tasikmalaya tanpa perlu merogoh kocek terlalu dalam.

Selain produk lokal Rajapolah, di sini juga bisa ditemui kerajinan ikonik lainnya dari Kota Tasikmalaya. Ada kelom geulis (sandal kayu khas Tasik), payung geulis yang legendaris, hingga kerajinan bordir. Semua tersedia dalam satu kawasan.
Bagi yang melewati jalur utara Tasikmalaya, singgah di Rajapolah bisa menjadi pengalaman berbelanja yang berbeda. Bukan sekadar membeli oleh-oleh, tapi juga melihat langsung bagaimana anyaman-anyaman itu lahir dari tangan-tangan perajin setempat.




Tidak ada komentar