Gua Kelelawar di Pulau Sangiang, Banten, dihuni ribuan kelelawar dengan fenomena langka ikan hiu menunggu mangsa jatuh dari langit-langit gua/Foto: Indonesia KayaIndoragamnewscom-Gua Kelelawar di Pulau Sangiang, Banten, menawarkan pengalaman yang tidak biasa. Di dalam mulut gua berdiameter sekitar 50 meter, ribuan kelelawar bergelantungan di langit-langit. Di permukaan air yang membanjiri lantai gua, ikan hiu berenang menunggu mangsanya jatuh.

Sesuai namanya, gua ini dihuni oleh ratusan kelelawar bahkan bisa mencapai ribuan.
Untuk mencapai gua ini, pengunjung harus berjalan kaki dari pesisir pantai, menaiki bukit, menembus hutan selama kurang lebih 50 menit dari Dermaga Pulau Sangiang.
Pulau ini tidak memiliki fasilitas transportasi darat. Tidak ada tanda penunjuk arah yang memadai. Bertanya pada warga setempat atau berkoordinasi dengan polisi hutan menjadi keharusan agar tidak tersesat ke bagian dalam hutan.

Medan yang dilalui berupa penyusuran pesisir pantai dengan jalan datar, kemudian berbelok ke arah hutan dengan jalur naik dan turun bukit. Sepeda motor jenis trail bisa digunakan, namun harus disewa terlebih dahulu di wilayah Anyer.
Keunikan Gua Kelelawar terletak pada pertemuannya dengan laut. Pada bagian ujung gua terdapat lubang tempat masuknya air laut, membuat permukaan gua terendam air. Kondisi ini menciptakan fenomena langka: ikan hiu datang untuk menunggu kelelawar yang jatuh dari langit-langit .
Jika beruntung, pengunjung dapat melihat ikan hiu yang hilir mudik menunggu kelelawar jatuh untuk menjadi santapan.
Momen ini tidak terjadi setiap saat. Waktu terbaik untuk menyaksikan hiu memangsa kelelawar adalah pagi hingga siang hari pada bulan Mei hingga Agustus.
Beberapa laporan menyebutkan fenomena ini pernah disaksikan langsung oleh pengunjung, yang sebelumnya hanya melihat kejadian serupa di saluran televisi dokumenter.






