Sederet Fakta Baru di Balik Performa Buruk Dembele di Prancis

3 menit membaca
Dede Idrus
News, Olahraga - 18 Jun 2026

Indoragamnewscom-Prancis mengawali Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Senegal di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, pada Rabu (17/06/2026) dini hari WIB. Kylian Mbappe mencetak dua gol, sementara Bradley Barcola menambah satu lagi.

Namun di balik kemenangan itu, ada satu nama yang justru menjadi sorotan tajam: Ousmane Dembele. Penyerang PSG dan pemenang Ballon d’Or itu tampil buruk dan ditarik keluar pada menit ke-80 oleh pelatih Didier Deschamps. Penggantinya, Barcola, justru mencetak gol enam menit kemudian.

Eric Yves Di Meco, mantan bek kiri Timnas Prancis yang memperkuat Les Bleus 23 kali antara 1989 sampai 1996, mengungkapkan problem Dembele di tim nasional kepada RMC.

“Ada problem serius dengan Dembele di Timnas Prancis. Performanya sekelas pemain medioker. Ia tidak pernah berpengaruh signifikan di satu laga pun buat Prancis. Bermain di belakang Mbappe membuatnya sangat kesulitan,” ujar Di Meco.

Mantan pemain Olympique de Marseille, Dijon FCO, RC Paris, hingga AS Monaco itu menambahkan: “Dembele tidak akan pernah memiliki tim yang mendukungnya seperti di PSG karena ada Mbappe. Prancis salah satu tim yang didesain untuk mendukung Mbappe.”

“Dembele harus menegaskan dan menemukan status (bintang) itu dan pertandingan melawan Senegal jelas memunculkan banyak pertanyaan,” tegas Di Meco.

Di level klub, Dembele menunjukkan performa gemilang sejak menempati posisi striker di PSG di bawah Luis Enrique, dengan dua gelar Liga Champions dan Ballon d’Or. Namun di level internasional, posisi itu sudah terisi Mbappe.

Setelah sebelumnya ditempatkan di sayap, Dembele diberi kesempatan bermain di posisi nomor 10 dalam beberapa pertandingan terakhir Prancis. Faktanya, ia tidak efektif di posisi tersebut—terbukti saat melawan Irlandia Utara dan terulang saat melawan Senegal.

Statistik mencatat hanya Mbappe (37) yang memiliki sentuhan lebih sedikit daripada Dembele (40). Prancis pun gagal melepaskan satu tembakan tepat sasaran di babak pertama. Upaya tembakan jarak jauh Dembele yang diblok menjadi satu-satunya tembakan mereka.

Di sisi lain, Michael Olise menjadi kandidat pilihan dalam tim hipotetis Mbappe. Deschamps menyadari hal itu saat jeda babak pertama. Ia memindahkan Dembele ke sayap kanan dan menempatkan Olise di tengah.

“Kami jauh lebih baik ketika Michael ditempatkan di tengah. Saya melakukan itu karena saya pikir itu akan memberikan lebih banyak koneksi. Michael bisa bermain di kedua sisi, tetapi semakin sering dia menguasai bola, semakin baik,” jelas Deschamps.

Olise, yang mengoper bola kepada Mbappe untuk membuka skor, pada dasarnya adalah pengganti Antoine Griezmann. Mantan penyerang Atletico Madrid itu adalah pemain yang paling sering bermain bersama Mbappe di level internasional (83 kali).

Tidak ada pemain yang memberikan assist lebih banyak kepada Mbappe selain Griezmann. Pensiunnya dari sepak bola internasional meninggalkan kekosongan, dan celakanya bukan oleh Dembele yang mengisinya.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

4 weeks ago
1 month ago
2 months ago
3 months ago
3 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!