Curug Luhur Sukabumi setinggi 80 meter menawarkan sensasi unik: menikmati air terjun dari puncak dan bawah. Pemandangan terbaik Juni-Agustus/Foto: Indonesia KayaIndoragamnewscom-Curug Luhur di Desa Surade, Sukabumi, Jawa Barat, menawarkan pengalaman yang jarang ditemukan di air terjun lain. Dengan ketinggian 80 meter, setara gedung berlantai 10, pengunjung bisa menikmati pemandangan dari dua perspektif sekaligus, dari puncak dan dari bawah.

Di bagian atas, sensasi adrenalin memandangi aliran air dari ketinggian berpadu dengan hamparan pepohonan hijau. Di bawah, dinding batu hitam kecokelatan dan kolam alami yang terbentuk sempurna menjadi daya tarik tersendiri.
Untuk mencapai lokasi ini, dibutuhkan perjalanan sekitar 60 kilometer ke arah selatan dari pusat Kota Sukabumi dengan waktu tempuh kurang lebih dua jam.
Biasanya, air terjun dinikmati dari bawah. Namun Curug Luhur memungkinkan pengunjung berdiri tepat di puncaknya, menyaksikan langsung bagaimana air memulai jatuhnya.

Dari ketinggian, bentuk kolam yang menjadi titik jatuh air terlihat jelas, sementara pepohonan hijau khas Sukabumi membentang di kejauhan. Sensasi adrenalin yang muncul saat berada di bibir tebing menambah kesan tersendiri yang tak didapat di destinasi wisata air terjun pada umumnya.
Pemandangan dari puncak ini tidak bisa dinikmati sepanjang tahun. Periode terbaik untuk menyaksikan keindahan Curug Luhur dari ketinggian adalah antara Juni hingga Agustus, ketika debit air stabil dan cuaca mendukung.
Di luar bulan-bulan tersebut, pengunjung tetap bisa menikmati pesona air terjun dari sisi bawah.
Di bagian bawah, pengunjung disuguhi pemandangan yang tak kalah memukau. Dinding batu alami berwarna hitam kecokelatan menjadi latar tempat air mengalir deras.
Kolam berbentuk oval yang terbentuk secara alami di kaki air terjun menambah harmoni visual yang manis dan pas. Suara gemuruh air yang jatuh dari ketinggian menciptakan suasana yang menenangkan sekaligus membangkitkan semangat.
Secara etimologis, Curug Luhur berasal dari bahasa Sunda. Curug berarti air terjun, sementara luhur berarti atas atau tinggi. Nama ini merujuk pada posisi air terjun yang berada di bagian atas serta ketinggiannya yang menjulang.
Masyarakat setempat juga kerap menyebutnya Curug Cigangsa, karena aliran airnya berasal dari Sungai Cigangsa yang mengalir di wilayah tersebut.
Sungai Cigangsa tidak hanya menjadi sumber air bagi curug ini. Masyarakat sekitar memanfaatkannya sebagai saluran irigasi untuk mengairi lahan pertanian. Bukti pemanfaatan ini terlihat dari adanya bendungan yang dibangun untuk mengatur debit air di salah satu jalurnya.
Harmoni antara potensi wisata alam dan kebutuhan warga setempat menjadikan Curug Luhur contoh pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.
Curug Luhur menjadi salah satu destinasi yang mulai dikenal wisatawan yang mencari pengalaman berbeda. Lokasinya yang berada di kawasan Sukabumi selatan membuatnya masih relatif alami, belum terlalu ramai dibandingkan air terjun di kawasan Puncak atau Bogor.
Jalannya yang menantang dan medan yang masih asli justru menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang ingin menikmati petualangan sekaligus ketenangan.







Tidak ada komentar