Syahrul Aidi: Konflik AS-Iran Jadi Pelajaran Strategis Bagi Indonesia

2 menit membaca
Nandang Permana
News, Politik - 08 Mar 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang terus memanas tidak hanya menjadi persoalan geopolitik semata, tetapi juga menyimpan pelajaran strategis bagi Indonesia. Anggota Komisi I DPR RI Syahrul Aidi Maazat menilai eskalasi di Timur Tengah itu harus dimaknai sebagai momentum memperkuat kemandirian nasional di berbagai sektor vital.

Syahrul mengapresiasi konsistensi Indonesia yang sejak awal menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan tidak berpihak pada blok kekuatan tertentu. Prinsip konstitusional yang mengutuk penjajahan, menurutnya, harus menjadi landasan dalam menyikapi konflik global secara objektif.

“Indonesia adalah negara non-blok dan secara konstitusi kita juga mengutuk penjajahan. Karena itu kita harus melihat konflik ini secara objektif dan berdasarkan prinsip hukum internasional,” ujar Syahrul dikutip Minggu (8/3/2026).

Ia menyoroti tidak adanya mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam serangan Amerika terhadap Iran. Menurutnya, legitimasi internasional menjadi pertanyaan besar mengingat di Amerika sendiri publik mulai menyuarakan kritik bahwa konflik ini lebih banyak untuk mengamankan kepentingan Israel.

Syahrul memperkirakan eskalasi konflik berpotensi berlangsung lama, terutama pasca wafatnya pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei. Kondisi itu, kata dia, dapat memicu respons militer lebih luas dari Iran terhadap kepentingan Amerika di kawasan Teluk.

“Iran tidak berhenti melakukan serangan balasan. Bahkan mereka menyasar pangkalan militer Amerika di kawasan Teluk. Ini menunjukkan konflik bisa melebar,” ujarnya.

Dalam konteks perlindungan WNI, Syahrul memastikan pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri telah memiliki prosedur tetap menghadapi situasi darurat. Ia menyebut koordinasi dengan KBRI menjadi kunci utama, termasuk jika evakuasi diperlukan.

Namun yang lebih penting, kata Syahrul, Indonesia perlu mencontoh ketahanan Iran yang mampu bertahan di tengah embargo internasional puluhan tahun. Negeri para Mullah itu justru berkembang menjadi negara dengan teknologi pertahanan mandiri yang produk-produknya mengejutkan dunia.

“Iran ini diembargo puluhan tahun tapi masih survive. Bahkan mampu memproduksi senjata canggih yang mengejutkan dunia,” katanya.

Syahrul merumuskan tiga sektor vital yang harus dikuasai negara agar memiliki ketahanan nasional yang kokoh: pangan, obat-obatan, dan industri pertahanan. Menurutnya, penguasaan atas tiga sektor ini akan menjadikan Indonesia sulit ditembus tekanan asing sebagaimana dialami Iran.

“Kalau negara bisa memproduksi pangan, obat, dan senjata sendiri, maka negara itu akan kuat,” tegasnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!