Argentina menang 5-0 atas Zambia namun tetap hadapi kritik karena terlalu banyak uji coba lawan tim lemah. Scaloni masih menanti keputusan Messi untuk Piala Dunia 2026/Foto: AFAIndoragamnewscom-Timnas Argentina masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah menjelang Piala Dunia 2026. Dua laga uji coba pada jeda internasional bulan ini belum sepenuhnya menunjukkan kesiapan skuad asuhan Lionel Scaloni.

Kemenangan 5-0 atas Zambia yang diraih di Stadion La Bombonera, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB, tidak serta-merta menghapus keraguan. Sebab, sejak Finalissima melawan Spanyol dibatalkan karena konflik geopolitik di Timur Tengah, Argentina belum pernah menjajal kekuatan tim sekelasnya.
Argentina mengakhiri rangkaian laga uji coba Maret 2026 dengan dua hasil yang kontras. Pada Sabtu (28/3/2026), mereka hanya menang tipis 2-1 atas Mauritania yang berada di peringkat 115 FIFA. Kiper Emiliano Martinez bahkan menyebut pertandingan itu sebagai salah satu penampilan terburuk tim.
Empat hari kemudian, giliran Zambia (peringkat 91) yang menjadi lawan. Argentina memang menang telak 5-0, namun catatan itu belum memuaskan penggemar karena lawan-lawan yang dihadapi dinilai terlalu lemah.

Kekhawatiran penggemar tersebut sangat beralasan. Sejak menyelesaikan pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Conmebol, Argentina belum menjajal kekuatan yang selevel untuk melihat sejauh mana kekuatan tim saat ini.
Dalam 11 laga persahabatan terakhir mereka, Argentina hanya menghadapi tim-tim seperti Panama, Curacao, Indonesia, El Salvador, Guatemala, Venezuela, Puerto Rico, dan Angola—tim yang semuanya tidak lolos ke Piala Dunia 2026.
Kritik bahkan datang dari editor surat kabar La Nacion, Cristian Grosso, yang menyebut bahwa sejak kemenangan di Qatar, setiap laga persahabatan Argentina mengikuti pola yang sama: “ketidakrelevanan olahraga lawan, dikombinasikan dengan fokus pada keuntungan finansial”.
Situasi ini terjadi karena adanya pengunduran jadwal pertandingan Finalissima 2026 melawan Spanyol yang seharusnya diselenggarakan di Qatar pada Maret lalu.
FIFA mengambil keputusan itu dengan alasan situasi geopolitik di Timur Tengah sedang tidak baik karena adanya perang antara Israel dan Amerika Serikat dengan Iran.
Alhasil, Argentina kehilangan kesempatan terakhir untuk menghadapi lawan besar sebelum Piala Dunia. Sebagai perbandingan, rival abadi Brasil justru dalam beberapa bulan terakhir telah menghadapi Senegal, Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, Spanyol, Inggris, dan Meksiko.
Pelatih Lionel Scaloni sendiri menolak anggapan bahwa timnya akan lengah. “Pertandingan ini memang disebut persahabatan, tapi itu hanya nama. Mereka harus dimainkan, dan kami harus memberikan segalanya. Para pemain perlu membuktikan nilai mereka kepada pelatih untuk mengamankan tempat di skuad Piala Dunia,” ujarnya.
Namun, pemain seperti bek Nicolas Tagliafico mengakui kekecewaan karena tidak bisa menghadapi Spanyol.
“Memainkan pertandingan semacam ini bagus untuk semua orang. Sebagai pemain, kami selalu mengincar pertandingan ini, tapi itu tidak memungkinkan,” katanya.
Menanti Keputusan Lionel Messi
Belum adanya kepastian mengenai keikutsertaan Messi dalam skuad Argentina pada Piala Dunia 2026 semakin menambah kekhawatiran para penggemar. Meskipun usianya sudah 38 tahun, pemain yang dijuluki La Pulga tersebut dinilai masih memiliki peran penting dalam tim. Scaloni memang masih memasukkan Messi ke dalam skuad saat menjalani laga uji coba melawan Mauritania dan Zambia. Messi bahkan tampil apik dengan mencetak satu gol dan satu assist saat melawan Zambia.
Namun hingga saat ini, Scaloni mengaku belum memperoleh jawaban pasti dari megabintang yang kini bermain untuk Inter Miami tersebut terkait kesediaannya tampil pada Piala Dunia 2026.
“Keinginannya untuk berada di sana (Piala Dunia) dan berbagi pengalaman itu ada. Kita akan lihat apa yang akan ia putuskan, dan kita akan mendukungnya,” ujar Scaloni, dikutip dari Sports Illustrated, Kamis (2/4/2026). Scaloni juga menyebut bahwa Messi kini lebih rileks karena sudah pernah memenangkan Piala Dunia, dan akan menjadi “hak istimewa” jika ia memutuskan untuk bermain.
Argentina datang ke Piala Dunia 2026 dengan status juara bertahan. Ujian awal akan datang dari Aljazair, Austria, dan Yordania, yang menjadi pesaing di Grup J. Dengan waktu persiapan yang semakin singkat—dan tanpa pertandingan uji coba lagi sebelum turnamen dimulai—Scaloni dituntut segera menemukan komposisi terbaik untuk tim besutannya jika ingin mempertahankan gelar.







Tidak ada komentar