Ambisi Besar Ganda Campuran Indonesia Menembus Semifinal Debut All England 2026

2 menit membaca
Nandang Permana
Olahraga - 25 Feb 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Pasangan ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel mengusung optimisme tinggi menjelang penampilan perdana mereka di ajang All England Open Badminton Championships 2026.

Persiapan menuju turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut diklaim telah mencapai puncaknya demi mengukur kapasitas di level Super 1000. Fokus utama keduanya kini beralih pada proses adaptasi fisik dan mental guna menghadapi atmosfer kompetisi paling bergengsi di daratan Eropa tersebut.

Felisha mengungkapkan bahwa kesiapan teknis maupun fisik mereka saat ini telah berada pada level yang sangat matang.

“Kalau saya pribadi sudah yakin di 90 sampai 95 persen. Sisanya tinggal menyesuaikan kondisi di Eropa. Semoga seminggu di sana bisa menyempurnakan persiapan,” ujar Felisha di Pelatnas Cipayung PBSI, Jakarta, Senin (23/02/2026).

Senada dengan pasangannya, Jafar menengarai bahwa durasi latihan yang lebih panjang memberikan modal krusial bagi kematangan performa mereka sebelum bertolak ke Birmingham.

Kendati menyadari status All England sebagai turnamen yang sakral, pasangan muda ini memilih untuk meredam tekanan psikologis dengan pendekatan yang lebih pragmatis. Mereka enggan terjebak dalam euforia gengsi turnamen yang dapat mengganggu konsentrasi di lapangan.

“Kami sudah tahu ini turnamen besar dan sakral. Tapi kalau terlalu fokus ke situ malah bisa merusak fokus pertandingan. Jadi lebih baik fokus ke match by match,” tutur Felisha menanggapi diskursus mengenai beban mental pemain debutan.

Ihwal target di Utilita Arena nanti, pasangan ini memasang standar yang cukup berani yakni minimal mencapai babak empat besar.

“Kalau bicara paling bawah, minimal semifinal,” ucap Felisha dengan lugas.

Jafar menambahkan bahwa ambisi tersebut harus dibarengi dengan ketelitian dalam setiap laga, mengingat persaingan di level elite dunia tidak memberikan ruang bagi kesalahan sekecil apa pun.

Strategi aklimatisasi lebih awal di Eropa pun menjadi langkah krusial untuk mengatasi persoalan suhu dan gangguan pola tidur akibat jet lag.

Di sisi lain, tantangan non-teknis seperti pengaturan kebugaran di tengah bulan Ramadan juga menjadi perhatian Jafar.

Ia memutuskan untuk tidak menjalankan ibadah puasa selama masa persiapan dan turnamen demi menjaga stabilitas kondisi fisik. Adapun rangkaian tur Eropa kali ini direncanakan berakhir di Swiss, sehingga mereka dipastikan telah kembali ke tanah air sebelum perayaan Lebaran.

Debut di All England ini menjadi batu ujian penting bagi Jafar/Felisha setelah menunjukkan progres signifikan di berbagai turnamen sirkuit internasional sepanjang tahun lalu.

Keikutsertaan mereka diharapkan mampu melanjutkan tradisi prestasi ganda campuran Indonesia di panggung elite dunia, sekaligus menjadi ajang pembuktian regenerasi atlet di Pelatnas Cipayung.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

2 weeks ago
2 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!