Anggota DPR RI Komisi IX, Rieke Diah Pitaloka/Foto:Dokumen PribadiIndoragamnewscom, JAKARTA-Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka menyampaikan apresiasi atas instruksi tegas Presiden Prabowo Subianto kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Rieke menegaskan bahwa dengan teknologi kepolisian yang canggih dan rekaman CCTV yang jelas, kasus ini harus terungkap hingga ke dalangnya.
“CCTV jelas, teknologi kepolisian juga sudah canggih. Kalau sampai tidak terungkap siapa dalang sesungguhnya, berarti ada titik-titik yang patut dipertanyakan,” ujar Rieke dikutip Senin (16/3/2026).
Ia menekankan bahwa di tengah situasi sosial-ekonomi yang sedang pancaroba, bangsa Indonesia tidak perlu dipecah belah dengan praktik divide et impera. Rieke menegaskan bahwa aksi kekerasan terhadap pejuang HAM adalah tindakan biadab dan keji.

“Apa pun target politikmu dan siapa pun tuanmu, aksi kekerasan kalian biadab. Ingat, kalian juga punya keluarga. Kalau pun hukum positif tumpul, hukum langit pasti tiba,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras pada Kamis (12/3/2026) malam usai menyelesaikan rekaman siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta Pusat.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bakar pada sekitar 24 persen bagian tubuhnya, meliputi tangan kanan dan kiri, wajah, dada, hingga mata.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan telah menerima perintah langsung dari Presiden untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional, transparan, dan mengedepankan scientific crime investigation.
Polri juga membuka posko pengaduan masyarakat untuk mengumpulkan informasi terkait insiden ini serta memberikan jaminan perlindungan bagi saksi yang membantu proses penyelidikan.
Lebih lanjut, Rieke mengingatkan agar tragedi seperti kasus Ermanto Usman tidak kembali terulang, ketika publik seolah diarahkan untuk cepat menerima kesimpulan motif ekonomi, sementara keadilan yang utuh masih dipertanyakan.
Di tengah tekanan geopolitik dan geoekonomi, ia mengingatkan adanya potensi “pemain tak kasat mata” yang berupaya memantik kemarahan publik.
“Segitunya syahwat kekuasaan bekerja?” ucapnya penuh keprihatinan.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pihaknya akan menjalankan instruksi Presiden secara profesional dan transparan, dengan mengedepankan scientific crime investigation.
“Kita pegang janji itu. Kita kawal bersama. Karena serangan terhadap pejuang HAM bukan sekadar tindak kriminal, melainkan ancaman terhadap demokrasi dan kemanusiaan,” tutup Rieke.




Tidak ada komentar