Netty Prasetiyani: Program Magang Nasional Jangan Berhenti di Pelatihan, Harus Serap Tenaga Kerja

3 menit membaca
Ninding Yulius Permana
News, Politik - 09 Apr 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Program Magang Nasional yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan sebagai langkah konkret meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja tenaga muda Indonesia.

Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah peserta semata, yang telah menjangkau sekitar 100 ribu orang, melainkan harus dilihat dari sejauh mana program tersebut mampu menghasilkan penyerapan tenaga kerja secara nyata.

Netty menilai program magang yang memberikan pengalaman kerja langsung serta keterampilan baru bagi para peserta merupakan inisiatif positif yang patut diapresiasi. “Kita tentu mengapresiasi program magang nasional ini. Ini program konkret yang memberikan pengalaman, keterampilan, bahkan membuka harapan baru bagi peserta untuk masuk ke dunia kerja,” ujar Netty dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI dengan Menteri Ketenagakerjaan di Ruang Rapat Komisi IX, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Program Magang Nasional sendiri merupakan program prioritas Kementerian Ketenagakerjaan yang diluncurkan pada 2025. Program ini menyasar lulusan SMK, diploma, dan sarjana dengan durasi magang 4 hingga 6 bulan di perusahaan-perusahaan mitra.

Hingga Maret 2026, program ini telah menjangkau 98.547 peserta di 34 provinsi, bekerja sama dengan lebih dari 12.000 perusahaan mitra.

“Tapi yang ingin kita lihat adalah outcome-nya, seberapa besar mereka terserap sebagai tenaga kerja setelah program ini selesai,” lanjut Netty. Ia menilai evaluasi berbasis hasil menjadi penting agar program magang tidak hanya berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi benar-benar menjadi jembatan menuju dunia kerja.

Tanpa indikator yang jelas terkait penyerapan tenaga kerja, efektivitas program dinilai sulit diukur secara komprehensif.

Lebih lanjut, Netty mendorong Kementerian Ketenagakerjaan untuk menyusun peta penyerapan tenaga kerja dari peserta magang sebagai bagian dari evaluasi program. Pemetaan tersebut dinilai krusial untuk mengetahui sektor-sektor yang mampu menyerap tenaga kerja secara optimal, sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan ke depan.

“Kita perlu peta yang jelas, peserta magang ini setelah selesai ke mana, bekerja di sektor apa, dan berapa persen yang benar-benar menjadi pekerja tetap,” tegas legislator Fraksi PKS itu.

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, tingkat penyerapan peserta magang dari batch pertama (2025) mencapai 67 persen. Namun Netty meminta agar angka ini tidak hanya menjadi statistik semata, tetapi diikuti dengan verifikasi lapangan dan pemetaan kualitas pekerjaan yang diperoleh peserta.

Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan antara pelatihan dan penempatan kerja agar program magang dapat berkontribusi signifikan dalam menekan angka pengangguran, khususnya di kalangan lulusan baru yang per April 2026 masih mencapai 7,2 persen.

“Magang ini harus menjadi jembatan yang nyata menuju pekerjaan. Jangan sampai berhenti hanya sebagai program pelatihan tanpa kelanjutan,” katanya.

Komisi IX DPR RI, lanjut Netty, akan terus mengawal pelaksanaan program tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas, sekaligus memastikan bahwa kebijakan yang dijalankan pemerintah mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan.

“Kita ingin program ini tidak hanya baik secara konsep, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi penyerapan tenaga kerja,” pungkasnya.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

1 week ago
3 weeks ago
4 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!