Pelatih Persija, Mouricio Souza/Foto: Singgih Wibowo/IndoragamnewscomIndoragamnewscom, JAKARTA-Perubahan lokasi pertandingan empat hari sebelum kick-off biasanya jadi mimpi buruk. Tapi Mauricio Souza tak mau ambil pusing.

Pelatih Persija itu justru melihat sisi positif. Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar, kata dia, punya kualitas rumput yang lebih baik daripada Stadion Sultan Agung, Bantul, venue awal laga melawan PSIM Yogyakarta, Rabu (22/4/2026).
“Kami termotivasi dan memahami betapa pentingnya pertandingan besok bagi kami,” ujar Souza dalam konferensi pers jelang laga.
Persiapan memang tak ideal. Jeda antar laga pendek. Perjalanan ke Bali tak masuk hitungan awal karena tim mengira akan bermain di Jogja . Tapi Souza tak mau menjadikan itu alasan.

Timnya datang dengan modal dua kemenangan beruntun. Persebaya dihajar 3-0. PSBS Biak ditaklukkan 1-0 dalam laga yang berjalan susah payah di Stadion Maguwoharjo, Sleman . Kini mereka mengincar hattrick.
Souza jujur soal kelemahan timnya. Dalam 15-20 menit awal lawan PSBS, intensitas Persija memang baik. Tapi kreativitas di area kotak penalti masih mandek. “Kami masih kurang kreativitas, baik melalui aksi individu maupun kombinasi satu-dua untuk menembus ke dalam kotak penalti,” tuturnya.
Soal kekuatan PSIM, pelatih asal Brasil itu tak mau terjebak melihat nama-nama besar. “Saya tidak menilai hanya satu pemain dari tim lawan. Sepak bola memang melibatkan individu, tetapi kami selalu menekankan aspek kolektif,” katanya.
PSIM datang dengan beban. Tim berjuluk Laskar Mataram itu belum pernah menang dalam lima laga terakhir. Tiga di antaranya berakhir kekalahan . Mereka butuh keajaiban.
Persija punya modal psikologis dari pertemuan pertama. Saat bermain di Stadion GBK, 28 November 2025, Macan Kemayoran menang 2-0. Tapi Souza tahu, masa lalu tak menjamin apa-apa.
Yang pasti, tiga poin adalah harga mati. Persija kini duduk di peringkat ketiga klasemen dengan 58 poin, tertinggal enam poin dari Persib di puncak dan lima poin dari Borneo FC di posisi kedua. Enam laga tersisa. Setiap poin adalah napas.







Tidak ada komentar