Tidore Tetapkan Tarif Angkot Naik Rp4.000, Pelajar Tak Kena Dampak

2 menit membaca
Fazril Maulana
Daerah - 13 Jun 2026

Indoragamnewscom, TIDORE-Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mengambil langkah cepat menyikapi dampak kenaikan harga BBM dengan menggelar rapat koordinasi lintas sektor di Ruang Rapat Wali Kota, Kamis (11/6/2026).

Hasilnya, tarif sementara angkutan umum darat diberlakukan sambil menunggu penyaluran BBM subsidi yang direncanakan mulai tersedia pada Juli 2026.

“Kami berharap meskipun kita ketahui bersama bahwa kenaikan BBM ini akan mempengaruhi aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat, namun kita akan sama-sama mencari solusi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan aman dan baik terutama pelayanan angkutan umum sehingga aktivitas ekonomi juga berjalan dengan baik,” ujar Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo.

“Karena dalam kondisi saat ini, perlu adanya keseimbangan antara kepentingan masyarakat sebagai penerima layanan dan para pelaku usaha maupun penyedia layanan sebagai pemberi layanan. Keseimbangan tersebut penting agar kualitas pelayanan tetap terjaga tanpa menimbulkan beban yang berlebihan bagi masyarakat,” kata dia.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tidore, Marsaid Idris, menjelaskan tarif sementara akan disesuaikan dengan persentase kenaikan Pertamax sekitar 30 persen.

“Untuk tarif sementara kita naikkan sesuai dengan margin kenaikan BBM jenis Pertamax sekitar 30 persen atau Rp4.000. Jadi misalkan trayek Terminal Rum ke Terminal Pasar Sarimalaha sebelumnya sebesar Rp20.000 maka dinaikkan menjadi Rp24.000,” jelas Marsaid.

Berdasarkan hasil rapat, tarif angkot ditetapkan sementara sebesar Rp4.000 per penumpang. Tarif trayek Soasio–Rum naik dari Rp20.000 menjadi Rp24.000, tarif bentor naik dari Rp7.000 menjadi Rp10.000. Tarif pelajar tetap tidak berubah.

Kapolresta Tidore Kombes Pol Ampi Mesias menegaskan komitmen kepolisian mendukung pemerintah daerah menjaga keamanan distribusi BBM.

“Kami akan terus melakukan pengamanan dan pengawasan terhadap distribusi BBM agar berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara aman dan tertib,” kata dia.

Direktur PT Rusda Awat Ahmad menyebutkan Kota Tidore direncanakan menerima alokasi BBM subsidi 100 ton pertalite dan 60 ton solar per bulan mulai Juli 2026. “Jika memang terjadi kekurangan maka akan berkoordinasi ke dinas terkait untuk penambahan kuota,” ujarnya.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
1 month ago
1 month ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!