Dudung Abdurachman: Kritik Itu Napas Demokrasi, Jangan Samakan dengan Adu Domba

2 menit membaca
Ninding Yulius Permana
Nasional, News - 13 Jun 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman akhirnya angkat bicara soal maraknya kritik publik terhadap kebijakan pemerintah di media sosial serta unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat sipil. Ia mengajak seluruh elemen bangsa lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapat, sekaligus memastikan pemerintah selalu membuka ruang bagi kritik.

“Kita semua dituntut untuk lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapat dan kritik. Pemerintah selalu membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, termasuk kritik,” kata Dudung dikutip Sabtu  (13/6/2026).

Dudung menilai kritik merupakan napas demokrasi yang harus membangun, bukan sebaliknya. Ia meminta masyarakat untuk membedakan kritik dengan provokasi dan adu domba.

“Sebab, kritik adalah napas demokrasi yang harus membangun, bukan meruntuhkan. Jangan samakan kritik dengan provokasi, fitnah, dan adu domba yang dapat merusak persaudaraan kita sebagai bangsa,” ujarnya.

Kepala Staf Kepresidenan mengingatkan bahwa Indonesia lahir melalui perjuangan panjang yang penuh pengorbanan. “Bangsa ini lahir bukan dari jalan yang lapang. Indonesia tumbuh dari sejarah panjang, luka yang dalam, air mata, pengorbanan, dan darah para pendiri bangsa,” ujar purnawirawan yang pernah menjabat KSAD tersebut.

Ia menyebut berbagai peristiwa yang pernah menguji keutuhan bangsa, seperti pemberontakan PKI Madiun, DI/TII, RMS, G30S PKI, hingga gerakan separatis. Konflik di Ambon, Poso, Sampit, Sambas, Aceh, dan sejumlah wilayah di Papua juga menjadi bagian dari perjalanan panjang bangsa dalam menjaga keutuhan.

Dudung menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini terus bekerja membangun Indonesia yang lebih kuat dan adil. Ia mengajak seluruh masyarakat mempererat persatuan.

“Mari kita, sebagai bangsa Indonesia, merapatkan barisan dan merawat persatuan untuk menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

“Akhirnya, rangkaian sejarah Indonesia sampai dengan saat ini hendaknya dapat dijadikan tonggak refleksi dan introspeksi untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat,” tukasnya.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
1 month ago
1 month ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!