Bunga Rosella kaya vitamin C, kalsium, dan antioksidan. Manfaatnya: tingkatkan imunitas, turunkan tekanan darah, cegah obesitas, jaga kesehatan hati dan jantung/Ilustrasi: IndoragamnewscomIndoragamnewscom-Bunga Rosella tumbuh di wilayah Afrika Barat, Karibia, dan Amerika Tengah. Dengan kelopak bunga berwarna coklat kemerahan yang mirip kembang sepatu, tanaman ini telah lama digunakan sebagai bahan untuk teh herbal, selai, sirop, dan obat tradisional.

Dalam 100 gram kelopak bunga rosella terkandung sekitar 2 gram protein dan 10,2 gram karbohidrat. Rosella juga kaya vitamin dan mineral esensial: sekitar 17 miligram vitamin C, 150 miligram kalsium, dan 3 miligram zat besi. Tanaman ini juga mengandung senyawa bioaktif seperti asam organik, asam amino, dan beta karoten.
Kaya akan vitamin C, Rosella dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Antioksidan dan sifat antibakterinya membantu melindungi tubuh dari penyakit, menjadikannya pilihan yang baik untuk mencegah flu dan infeksi lainnya. Rosella juga mengandung senyawa antioksidan yang dapat melawan peradangan dan mengurangi risiko kanker.
Kesehatan hati yang baik sangat penting. Rosella dengan kandungan antioksidannya dapat memberikan perlindungan terhadap hati dari kerusakan akibat radikal bebas. Namun, bagi yang memiliki gangguan hati, konsultasikan penggunaan dengan dokter karena konsumsi berlebihan dapat memberikan dampak negatif.

Penelitian menunjukkan ekstrak Rosella mampu menurunkan tekanan darah, khususnya pada penderita sindrom metabolik. Antioksidan polifenol dan flavonoid dalam Rosella juga dapat menghambat penumpukan lemak dalam tubuh, membantu mencegah obesitas.
Rosella diyakini mampu menghambat penyerapan asam lemak jenuh, menurunkan kadar trigliserida, dan mengurangi kolesterol jahat dalam tubuh. Tanaman ini juga dapat menjaga kadar gula darah tetap stabil, meningkatkan kadar kolesterol baik, serta melindungi jantung dari risiko penyakit kardiovaskular.
Ekstrak bunga Rosella memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan yang dapat membantu mengurangi peradangan kulit dan meningkatkan kecerahan. Rosella juga dapat melindungi hati dari racun dan membantu memperbaiki steatosis hati. Studi dalam Food & Function Journal menunjukkan konsumsi Rosella selama 12 minggu dapat memberikan efek positif terhadap kondisi hati.
Flavonoid dalam Rosella memberikan efek antidepresan, membantu menenangkan sistem saraf dan mengurangi kecemasan. Rosella dalam bentuk suplemen juga bersifat diuretik dan tonik yang baik untuk mendukung kesehatan sistem pencernaan.
Untuk mengolah, cuci bersih bunga rosella, keringkan dalam oven suhu 70 derajat atau jemur selama tiga hari. Setelah kering, kupas kelopaknya dan hancurkan menjadi potongan kecil. Ambil sekitar 2 gram rosella kering, masukkan ke kantong teh, seduh seperti biasa. Disarankan mengonsumsi sekitar 1,5–3 gram per hari dalam 1–2 cangkir teh.
Ibu hamil atau menyusui sebaiknya berkonsultasi sebelum mengonsumsi. Hindari konsumsi berlebihan jika sedang mengonsumsi obat diabetes. Hindari juga mengonsumsi Rosella bersamaan dengan obat-obatan tertentu seperti paracetamol.






