Kemenkes Kirim Tim Investigasi Gabungan, Usut Tuntas Kematian Dokter Internship di Jambi

2 menit membaca
Nandang Permana
Nasional, News - 04 Mei 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Kementerian Kesehatan memberikan perhatian penuh terhadap wafatnya dr Myta Aprilia Azmy, dokter peserta internship yang bertugas di RS K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi.

Kemenkes langsung membentuk dan mengirimkan tim investigasi gabungan ke dua lokasi penugasan almarhumah. Langkah ini diambil untuk mengungkap secara komprehensif penyebab meninggalnya sang dokter muda.

Tim tersebut terdiri dari Inspektorat Jenderal (Itjen), Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan, dan Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, serta melibatkan perwakilan profesi medis.

“Kami tidak ingin tergesa-gesa menyimpulkan. Semua proses harus melalui investigasi lengkap dan berbasis fakta,” tegas Kemenkes dalam rilis resmi yang diterima pada Senin (4/5/2026).

Penelusuran yang dilakukan sangat mendalam dan mencakup empat aspek krusial. Pertama, aspek pelayanan dan tata kelola, yang menelusuri prosedur medis yang diterima almarhumah serta tata kelola wahana internship.

Kedua, aspek beban kerja dan pendampingan, yang mengevaluasi pola kerja, penugasan, dan pengawasan selama masa internship.

Ketiga, audit medis, di mana tim akan memeriksa rekam medis, termasuk proses skrining kesehatan sebelum penempatan.

Keempat, keterangan saksi, dengan menggali informasi dari keluarga, tenaga medis yang menangani, pendamping, hingga sejawat korban.

“Setiap data dan keterangan akan dianalisis secara detail. Apabila ditemukan ketidaksesuaian standar atau kelalaian, langkah korektif akan diambil tanpa kompromi,” demikian pernyataan sumber internal Kemenkes.

Kemenkes juga menyiapkan konsekuensi tegas jika investigasi menemukan pelanggaran. Sanksi yang mungkin dijatuhkan meliputi pembekuan sementara wahana internship, evaluasi mendalam terhadap fasilitas kesehatan terkait, hingga rekomendasi perubahan tata kelola.

Investigasi ini tidak hanya fokus pada penyebab wafatnya dr Myta, tetapi juga bertujuan memperkuat perlindungan bagi seluruh dokter muda yang bertugas di Indonesia.

“Hasil investigasi ini akan menjadi pijakan penguatan sistem evaluasi nasional skrining kesehatan, peningkatan monitoring peserta, dan penjaminan keselamatan dokter muda,” tulis Kemenkes menutup pernyataan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

1 day ago
1 month ago
1 month ago
1 month ago
1 month ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!