Alat Ukur Gula dan Timbangan Baru, Posyandu Kertosari Perkuat Deteksi Stunting

2 menit membaca
Fazril Maulana
Daerah - 07 Mei 2026

Indoragamnewscom, TEMANGGUNG-Prevalensi stunting di Kabupaten Temanggung saat ini berada di kisaran 14 persen. Pemerintah setempat terus menekan angka itu lewat intervensi lintas sektor, dengan fokus utama pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Desa Kertosari, Kecamatan Jumo, menjadi lokasi penyaluran bantuan CSR dari Yayasan Bina Keluarga Sehat Sejahtera. Paket bantuan mencakup timbangan bayi, alat ukur tekanan darah, hingga perangkat pemeriksaan gula darah dan kolesterol, yang diperuntukkan bagi 21 Posyandu di desa tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, dr. Intan Pandanwangi, mengatakan bahwa intervensi penanganan mencakup tiga hal utama. Pertama, pemantauan tumbuh kembang balita di Posyandu. Kedua, pemenuhan gizi ibu hamil. Ketiga, edukasi kesehatan keluarga.

“Dukungan sarana, seperti alat kesehatan di Posyandu sangat penting untuk memperkuat deteksi dini dan pencegahan stunting,” ujar Intan dikutip Kamis (7/5/2026).

Ketua Yayasan Bina Keluarga Sehat Sejahtera, Rizki Wicaksono, didampingi Pembina Yayasan Andi Kurniawan, menambahkan MBG dinilai mampu meningkatkan status gizi anak.

“Program ini bentuk komitmen yayasan dalam mendukung pemerintah menekan angka stunting melalui penguatan layanan kesehatan dasar,” kata Rizki.

Kader Posyandu Desa Kertosari, Rumiyati, menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat krusial. “Kami berharap pelayanan bisa lebih maksimal dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujarnya.

Intan berharap deteksi dini yang lebih akurat bisa mencegah kasus stunting baru. Sinergi antara pemerintah daerah dan yayasan ini diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

8 hours ago
5 days ago
1 month ago
1 month ago
1 month ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!