Gudang Merica Hadirkan Komedi Horor Koas, Syuting Hampir Tewas

3 menit membaca
Nita Susilawati
Hiburan, News - 07 Mei 2026

Indoragamnewscom-Empat mahasiswa koas masuk ke rumah sakit tua. Mereka datang dengan harapan biasa: belajar, praktik, menyelamatkan pasien. Tapi yang mereka temukan bukan mayat yang butuh pertolongan, melainkan teror yang memburu mereka sendiri.

Itulah garis besar Gudang Merica, film horor komedi garapan Imam Darto yang akan tayang 21 Mei 2026. Film produksi MVP Pictures dan Pabrik Cerita ini mengusung konsep unik: horor yang serius, komedi yang absurd, dan latar dunia medis yang ternyata menyimpan banyak cerita di balik layar.

Lokasi Syuting: Rumah Sakit Tua Kaliurang

Proses produksi film ini, para pemain mengaku, bukan pengalaman biasa. Rizky Inggar yang berperan sebagai Suster Ella mengatakan sebagian besar syuting dilakukan di rumah sakit lama di kawasan Kaliurang, Yogyakarta.

Lokasi ini punya lorong panjang dengan pencahayaan terbatas. “Banyak adegan malam di rumah sakit yang cukup gelap. Saat lampu dimatikan, suasananya benar-benar berbeda,” kata Rizky.

Kondisi itu ditambah faktor cuaca yang tidak menentu. Hujan kerap mengguyur lokasi, memaksa tim mengubah jadwal syuting berkali-kali. Tapi tantangan terbesar justru datang dari medan syuting yang ekstrem.

Bonar Manalu, salah satu pemain, menceritakan insiden nyaris fatal. “Ada satu teman saya hampir meninggal. Jadi kita tuh ada adegan di tebing gitulah. Kita lari dan harus menghindari, (ceritanya) mengejar orang. Kita nggak bisa ngerem. Jadi teman saya si Ristek ini sampai mau jatuh dari tebing,” ujar Bonar.

Komedi di Tengah Teror, Workshop Dokter di Balik Layar

Imam Darto menetapkan satu prinsip dalam penyutradaraannya. “Komedi harus tetap lucu, tapi horornya harus serius. Itu tantangan terbesarnya,” katanya dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia. Targetnya, penonton tidak hanya tegang, tapi juga merasa tidak nyaman dengan cara yang mengundang tawa.

Untuk mendukung akurasi medis, para pemain tidak langsung diterjunkan ke lokasi. Imam Darto mewajibkan mereka mengikuti workshop bersama dokter asli selama tiga hari.

“Jujur, riset gitu. Kalau bicara riset, kita risetnya luar biasa sekali, nanya ke dokter. Bahkan para pemain ada satu workshop sama dokter selama tiga hari. Belajar cara menangani pasien, RJP itu bagaimana,” ujar Imam Darto di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

Dokter sungguhan pun dilibatkan untuk memantau jalannya syuting. Ini dilakukan agar adegan-adegan medis tetap memiliki dasar yang benar.

Kritik Netizen dan Jawaban Sutradara

Sepekan sebelum wawancara itu, jagat media sosial X diramaikan kritik terhadap film ini. Sejumlah warganet meragukan akurasi riset medis Gudang Merica. Mereka menyoroti penggambaran rumah sakit yang dinilai tidak realistis.

Imam Darto menanggapi dengan tenang. “Gue mengerti ada pertanyaan ‘apakah riset?’, dan pasti riset,” katanya di Senayan, Jakarta Pusat.

Ia menjelaskan bahwa film adalah soal kompromi. “Film itu banyak elemennya; cerita, art direction, kamera, lokasi, termasuk perizinan, semua tarik-tarikan. Keputusan yang kami ambil itu sudah yang paling terbaik dan terbijak,” ujarnya.

Menyinggung soal keputusan menjadikan karakter utama sebagai mahasiswa koas—bukan dokter spesialis—Darto punya alasan kreatif. “Kalau dokter (spesialis), kayaknya enggak mungkin sesembrono itu. Akhirnya kita putuskan tetap mahasiswa kedokteran. Karena mereka masih belajar, jadi sisi sembrononya masih masuk akal untuk kebutuhan cerita,” tuturnya.

Pemain film ini di antaranya Ardhito Pramono (Razi), Fatih Unru (Adit), Zulfa Maharani (Tanti), Arla Ailani (Rindu), Benidictus Siregar (Sidik), dan Rizky Inggar sebagai Suster Ella.

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

6 hours ago
4 days ago
1 month ago
1 month ago
1 month ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!