Suami tak perlu pilih antara ibu dan istri. Kuncinya komunikasi, keadilan, dan bijak membagi cinta/Ilustrasi: IndoragamnewscomIndoragamnewscom-Islam tidak pernah menyuruh laki-laki memilih. Berbakti pada ibu adalah perintah mutlak. Mencintai dan menafkahi istri juga kewajiban.

Masalahnya, ketika keduanya berbarengan, banyak suami merasa terjepit. Dilema klasik yang kerap menggoyang keharmonisan rumah tangga.
Ustazah Ai Judiyyah Fahmi, dalam tausiahnya di program Mutiara Pagi RRI Banten beberapa waktu yang lalu, mengingatkan bahwa kuncinya bukan pada siapa yang didahulukan. Tapi bagaimana suami berkomunikasi dan bersikap adil.
“Laki-laki yang sudah menikah tetap harus memenuhi hak-hak ibunya dan juga memiliki tanggung jawab baru terhadap istrinya,” ujarnya.

Dia merujuk pada Surat An-Nisa ayat 34 yang menegaskan posisi laki-laki sebagai pemimpin keluarga. Kepemimpinan itu bukan untuk ditakuti, tapi untuk menciptakan keadilan.
Keadilan dalam konteks ini berarti tidak mengabaikan bakti pada ibu, juga tidak meremehkan hak istri.
Rasulullah SAW sendiri bersabda: “Hak suami atas istri sangat besar, tapi hak ibu atas anak tetap yang utama.” Dalam hadis lain, bahkan seorang sahabat ditanyai tiga kali berturut-turut soal orang yang paling berhak diperlakukan baik, dan Nabi tetap menjawab: Ibumu, ibumu, ibumu. Baru setelah itu ayahnya .
Namun, para ulama menafsirkan bahwa kewajiban berbakti kepada ibu tidak lantas membebaskan suami dari tanggung jawab rumah tangganya. Terutama dalam soal nafkah.
Imam An-Nawawi dalam Fatawa al-Imam an-Nawawi menjelaskan, seorang suami tidak berdosa jika lebih mengutamakan istrinya dalam hal nafkah, selama kebutuhan ibunya tetap tercukupi dengan cara yang patut.
“Yang lebih utama adalah tetap berusaha menenangkan hati ibu dan mendahulukannya. Tapi jika kondisi memaksa untuk lebih mengutamakan istri, sebaiknya hal itu disembunyikan dari ibu,” tulis An-Nawawi .
Ustazah Ai menambahkan, rahasia menjaga dua cinta ini ada di komunikasi. “Seorang suami harus bijak dalam memenuhi kewajiban kepada kedua pihak dengan penuh kasih sayang dan keadilan,” jelasnya.
Dia juga mengingatkan soal pentingnya menjaga perasaan. Jangan sampai ibu merasa ditinggalkan, atau istri merasa tak diperhatikan.
Islam mengajarkan bahwa dengan bersikap adil, penuh cinta, dan menghormati peran masing-masing, seorang laki-laki bisa menjaga hubungan baik antara ibu dan istrinya. Kehidupan rumah tangga pun berjalan harmonis dan penuh berkah.







Tidak ada komentar