Wacana Portugis Tak Kunjung Jelas, Wakil Ketua Komisi X DPR Soroti Instruksi Baru Prabowo soal Bahasa Prancis

2 menit membaca
Nandang Permana
News, Politik - 31 Mei 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh jenjang sekolah di Indonesia mulai mengajarkan Bahasa Prancis. Pernyataan itu disampaikan di hadapan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Kamis (28/5/2026).

“Di bidang pendidikan kita ingin lebih ditingkatkan lagi. Sekarang saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, merespons pernyataan ini dengan sikap kritis. Ia akan memanggil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk meminta kejelasan.

“Kami tentu akan meminta Kemendikdasmen menjelaskannya pada Raker dengan kami nanti,” kata Lalu dikutip Minggu (31/5/2026).

Sebab, ia mengingatkan bahwa sebelumnya juga muncul wacana serupa. Saat menjamu Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Jakarta, 23 Oktober 2025, Prabowo menyatakan ingin mengajarkan Bahasa Portugis di sekolah.

“Namun sampai sekarang belum terlihat tindak lanjut baik dari sisi roadmap, regulasi, maupun kesiapan implementasinya,” ujar Lalu.

Diplomasi vs Perencanaan Matang

Lalu menegaskan penguatan kemampuan bahasa asing memang penting untuk menghadapi tantangan global. Tapi ia memperingatkan, kebijakan pendidikan tidak boleh lahir hanya karena momentum diplomasi luar negeri.

“Jangan sampai publik melihat kebijakan ini hanya sebagai bagian dari agenda diplomasi internasional tanpa perencanaan pendidikan yang matang,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa kebijakan pendidikan harus disusun berdasarkan kebutuhan nasional, kesiapan tenaga pendidik, kurikulum, dan manfaat nyata bagi peserta didik.

Karena itu, jika kesiapan implementasi belum menyeluruh, ia mengusulkan agar pengajaran Bahasa Prancis diterapkan secara bertahap.

“Jika kesiapan belum menyeluruh, maka penerapannya sebaiknya dilakukan secara bertahap, sebagai mata pelajaran pilihan, atau program khusus di sekolah tertentu,” pungkas politisi Fraksi PKB itu.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

1 week ago
3 weeks ago
4 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!