Dedi Mulyadi: Rumah Pohon Korowai itu Sains Tingkat Tinggi

3 menit membaca
Fazar Eka
Daerah, News - 31 Mei 2026

Indoragamnewscom, BANDUNG-Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menerima replika rumah pohon Korowai dari perwakilan masyarakat adat Kabupaten Boven Digoel usai menghadiri Konferensi Tahunan Analisis Papua Strategis (APS) di Jayapura, Jumat (29/5/2026).

Bukan sekadar cenderamata. Bagi masyarakat Korowai yang tinggal di pedalaman Papua, rumah pohon adalah simbol hubungan manusia dengan alam. Replika itu diberikan sebagai penghormatan sekaligus titipan pesan: jaga hutan, jaga alam, jaga kehidupan.

“Mereka berdoa mudah-mudahan ada pemimpin yang amanah, yang baik, yang menghargai pemberian alam yang Tuhan kasih,” ujar Franky, perwakilan Pemkab Boven Digoel.

Franky menjelaskan masyarakat Korowai masih mempertahankan tradisi hidup di pohon. Hutan bukan sekadar sumber daya. Hutan adalah rumah sekaligus sumber makanan yang diwariskan turun-temurun.

“Mereka berharap pesan ini bisa sampai. Mereka masih tinggal di pohon, hidup dari hutan, dan hutan adalah rumah sekaligus sumber makanan bagi mereka,” katanya.

Masyarakat Korowai juga mendoakan Dedi agar diberi amanah lebih besar untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Replika itu diberikan sebagai simbol agar setiap orang yang melihatnya memahami pentingnya menjaga alam.

Etnosains Sebagai Fondasi Pembangunan Papua

Dedi hadir dalam konferensi APS setelah mendapat undangan langsung dari Ketua APS Laus Rumayom, akademisi Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih. Forum yang digelar di Gedung Papua Youth Creative Hub ini mengusung tema “Inovasi Pembangunan Papua Berbasis Etnosains”.

APS menyoroti pentingnya pendekatan pembangunan yang tidak hanya mengandalkan aspek keamanan atau teknokrasi. Konsistensi Dedi menjaga budaya di Jawa Barat dinilai sebagai contoh relevan untuk adaptasi di enam provinsi dan tujuh wilayah adat Papua.

Dalam forum itu, Dedi menyebut praktik kehidupan masyarakat adat Papua merupakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang sesuai kondisi geografis setempat. Ia mencontohkan rumah pohon Korowai.

“Rumah pohon Korowai itu sebenarnya sains tingkat tinggi. Mereka bisa bertahan hidup tanpa merusak ekosistem. Mereka memahami alam, memahami ancaman lingkungan, memahami cara bertahan hidup, dan itu diwariskan secara turun-temurun,” ujar Dedi.

Menurutnya, pembangunan Papua tidak boleh dimulai dari anggapan bahwa masyarakat adat harus meninggalkan cara hidupnya demi menjadi modern. Pengetahuan lokal harus dihargai dan dikembangkan.

“Kita sering kali melihat Papua dengan kacamata luar. Padahal masyarakat Papua memiliki cara pandang, sistem pengetahuan, dan nilai-nilai yang lahir dari lingkungan hidupnya sendiri. Itu harus menjadi bagian dari fondasi pembangunan,” katanya.

Ukuran Kemajuan Tidak Bisa Disamakan

Dedi juga menyoroti pentingnya mengubah cara pandang terhadap Papua. Kekayaan alam Papua—hutan, laut, sungai—membentuk pola kehidupan masyarakat yang berbeda dengan wilayah yang tumbuh dalam budaya industri.

Karena itu, menurut Dedi, tidak tepat jika kemajuan masyarakat Papua hanya diukur menggunakan indikator produktivitas ekonomi industrialistik ala Jakarta atau Jawa.

“Papua memiliki hutan, laut, sungai, dan sumber daya alam yang luar biasa. Cara hidup masyarakatnya dibentuk oleh kondisi alam tersebut. Maka ukuran keberhasilannya tidak bisa disamakan begitu saja dengan daerah yang berkembang melalui industrialisasi,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam kunjungan tokoh APS ke kediamannya di Lembur Pakuan, Subang, 17 Mei 2026, Dedi menyampaikan pandangan serupa. Model rumah pohon Korowai adalah bukti bahwa masyarakat adat mampu bertahan hidup secara harmonis tanpa eksploitasi berlebihan terhadap lingkungan.

Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk yang turut hadir dalam konferensi APS menekankan pembangunan Papua harus mampu menciptakan keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian nilai budaya. Ia berharap forum ini menghasilkan rekomendasi strategis yang inklusif dan berkelanjutan.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

1 week ago
3 weeks ago
4 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!