Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal saat memberikan arahan di Pondok Pesantren Al-Husaeni Cihelang, Kabupaten Bandung, Selasa (16/6/2026)/Foto: Humas DPR RIIndoragamnewscom, BANDUNG-Kemunculan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah berbagai sektor kehidupan. Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mendorong pondok pesantren di Indonesia untuk bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.

Menurutnya, kemampuan literasi digital menjadi kebutuhan mendesak agar para santri mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memiliki daya saing di masa depan.
“Bahwa pesantren sekarang harus sudah adaptif dengan perkembangan teknologi informasi. Saya ingin pesantren-pesantren itu sudah ramah dengan perkembangan teknologi informasi karena tantangan zaman ke depan. Sekarang sudah lahirnya AI, lahirnya sekarang berbagai konsep-konsep tentang teknologi yang harus adaptif, diimbangi oleh para santri yang ada di pesantren,” ujar Cucun dikutip Rabu (17/6/2026).
Ia menilai pesantren tidak boleh tertinggal dari perubahan. Justru, lembaga pendidikan berbasis keagamaan harus menjadi bagian dari ekosistem transformasi teknologi nasional. Dorongan itu sejalan dengan arah pembangunan SDM Indonesia yang menempatkan penguasaan teknologi sebagai kompetensi utama menuju Indonesia Emas 2045.

Cucun menegaskan integrasi teknologi di lingkungan pesantren bukan berarti menghilangkan identitas dan nilai-nilai tradisional. Teknologi harus menjadi alat penguat, bukan pengganti nilai yang telah diwariskan.
“Teknologi harus menjadi alat penguat bagi pesantren, bukan pengganti nilai-nilai yang telah diwariskan selama ini. Santri harus mampu menjadi generasi yang berakhlak, berpengetahuan, dan menguasai perkembangan zaman,” katanya.
Ia berharap pesantren mulai memperkuat infrastruktur teknologi, meningkatkan kapasitas literasi digital, serta membuka ruang pembelajaran baru yang memadukan pendidikan keagamaan dengan teknologi modern.






