Lima alasan menjaga Baitul Maqdis: kiblat pertama Islam, tanah para nabi, tanggung jawab kolektif umat, benteng kemanusiaan, dan simbol persatuan/Ilustrasi: IndoragamnewscomIndoragamnewscom-Baitul Maqdis (Al-Quds) bukan sekadar tempat suci. Di balik dinding-dinding bersejarahnya, tersimpan kisah masa lalu, harapan, dan tanggung jawab besar bagi umat manusia, terutama umat Islam.

Berikut lima alasan mengapa menjaga Baitul Maqdis adalah amanah yang tak bisa diabaikan.
1. Masjid Al-Aqsa: Kiblat Pertama Umat Islam
Masjid Al-Aqsa adalah kiblat pertama sebelum Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW menghadap Ka’bah. Dalam Al-Qur’an, Masjid Al-Aqsa disebut secara langsung dalam Surah Al-Isra’ ayat 1, sebagai tempat dimulainya Isra’ dan Mi’raj.
“Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Isra: 1)

2. Tanah Para Nabi
Baitul Maqdis adalah tanah yang dilalui dan didiami para nabi besar: Ibrahim, Daud, Sulaiman, Zakariya, Yahya, hingga Isa AS. Jejak kenabian mereka terpatri dalam sejarah kota ini. Amirul Mukminin Umar Bin Khattab RA menyebut Baitul Maqdis sebagai tanah wakaf umat Islam.
Allah SWT berfirman bahwa Palestina adalah negeri yang diberkahi: “Dan kami selamatkan dia (Ibrahim) dan Lut ke sebuah negeri yang telah kami berkahi untuk seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 71)
3. Tanggung Jawab Kolektif Umat Islam
Masjid Al-Aqsa dan tanah suci di sekitarnya adalah milik umat Islam seluruh dunia. Tanggung jawab membelanya bukan hanya tugas rakyat Palestina, melainkan semua umat Islam. Dengan doa, donasi, dan tindakan nyata, kita harus ‘mati-matian’ menjaganya.
4. Benteng Kemanusiaan dan Keadilan
Isu Baitul Maqdis bukan hanya soal agama, tapi juga kemanusiaan. Penjajahan, pengusiran paksa, dan kekerasan di sana adalah luka bagi nurani dunia. Genosida yang terjadi telah merampas banyak nyawa.
Menjaga Baitul Maqdis adalah bentuk solidaritas terhadap mereka yang tertindas dan melawan ketidakadilan.
5. Simbol Persatuan Umat
Di tengah perpecahan yang sering terjadi di kalangan umat Islam, Baitul Maqdis menjadi alasan untuk saling berkolaborasi. Membebaskannya berarti bersama-sama menjaga martabat Islam dan membela yang hak.






